Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Australia Kiamat Internet, Warga Bingung Ga Punya Uang Tunai
    Insight News

    Australia Kiamat Internet, Warga Bingung Ga Punya Uang Tunai

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa8 November 2023Updated:8 November 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Jutaan warga Australia tak bisa online selama 9 jam. Dampaknya beragam, mulai dari kucing yang telat makan hingga resep yang tak bisa ditebus.

    Jangan salah satu penyedia layanan internet (ISP) terbesar Australia, Optus mati total selama 9 jam di Australia. Optus perusahaan milik Singtel, raksasa telekomunikasi asal Singapura tersebut, belum mempublikasikan alasan internet yang terputus massal dari pagi hingga sore.

    Internet yang mati total membuat warga Sydney kewalahan. Reuters melaporkan, seorang pensiunan berkebutuhan khusus bernama Chris Rogers, tidak bisa membeli obat untuk lututnya karena resep elektroniknya tak bisa ditebus.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Karena [internet] padam, tidak bisa loading,” kata Rogers. “Tempat penukaran obat tak berfungsi. Gila, saya tidak pernah lihat chaos seperti ini.”

    Jutaan warga Australia tidak bisa bertransaksi untuk membeli barang, memesan taksi online, menerima layanan medis, hingga menelepon. Matinya layanan Optus berdampak besar, karena mereka adalah penyedia 40 persen layanan internet di seluruh Australia.

    Menurut Reuters, peristiwa di Australia menunjukkan risiko perekonomian yang sepenuhnya pindah online.

    Sepanjang 2019-2022, menurut data bank sentral Australia, transaksi tunai di Australia terpangkas setengahnya. Kini, hanya 16 persen dari transaksi di Australia dilakukan menggunakan uang tunai. Selain itu, seperempat dari perjanjian dokter di negara tetangga RI tersebut, dilakukan lewat online.

    “Kami kini sangat bergantung kepada telehealth dan sistem pesan elektronik,” kata Michael Clements, ketua salah satu asosiasi dokter di Australia. “Realitasnya, banyak orang tidak bisa menerima layanan kesehatan.”

    Seorang petugas keamanan, Angela Ican, bahkan tersasar. “Saya mencari bank, dan karena HP dan Google tidak berfungsi, saya tak tahu harus ke mana.”

    Seorang pekerja kantoran di Sydney tidak bisa masuk ke kantor karena pintu gedung tempat ia bekerja menggunakan kunci pintar yang hanya bisa dibuka dengan aplikasi mobile.

    Reuters juga berbicara dengan seorang pemilik UMKM yang terpaksa mengandalkan janji dari pelanggan regulernya untuk membayar setelah internet pulih karena sistem pembayaran elektronik tak bisa digunakan.

    “Omzet kami tiap hari biasanya hingga A$ 3.200 (Rp 50,23 juta) dan kami kehilangan penjualan A$ 1.000 (Rp 15,7 juta) pagi ini,” kata Roderick Geddes, pemilik sebuah kios di Sydney.

    Seorang warga Sydney di radio bercerita bahwa ia menyadari bahwa internet mati total sejak bangun tidur. Perangkat pemberi makan kucing elektronik miliknya yang tersambung dengan wifi tak berfungsi. Seharusnya, perangkat elektroniknya memberikan makan otomatis pada pukul 6 pagi.

    Kucingnya yang kelaparan melompat ke tempat tidur untuk membangunkan dirinya.

    (dem/dem)


    Mind your business Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.