Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Asus Mengaku Kalah di China-AS, Tapi Perkasa di Indonesia
    Insight News

    Asus Mengaku Kalah di China-AS, Tapi Perkasa di Indonesia

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa19 Februari 2024Updated:19 Februari 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Asus berada di urutan paling bawah alias ke-5 dalam hal pengiriman maupun pangsa pasar PC global sepanjang tahun 2023.

    Dalam laporan IDC yang dirilis bulan lalu, selama 2023 Asus mengirimkan sebanyak 16,8 juta unit PC dengan pangsa pasar global sebesar 6,5 persen.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Mengenai laporan tersebut, Head of PR Asus Indonesia Muhammad Firman mengatakan, Asus memang masih nomor 5 secara global karena peran pasar China dan Amerika Serikat yang sangat besar.

    Menurut dia, produsen lokal China dan AS sangat memengaruhi kuantitas pengiriman PC secara global.

    “China dengan produsen lokalnya, AS dengan produsen lokal ‘si buah’ memang gede banget di sana. Pasar Amerika dan China itu sangat berpengaruh ada shipment (PC) global,” ujarnya saat temu media di Jakarta, Senin (19/2/2024).

    Meski mengaku secara pasar global Asus di bawah merek-merek China dan AS, namun di luar negara itu merek asal Taiwan tersebut lumayan menguasai pasar.

    Ia memberi contoh seperti pada pasar Asia Pasifik, jika China dikecualikan, rata-rata posisi Asus ada di nomor atas, tergantung di mana negaranya.

    “Kalau misalnya data global itu di-take out China sama AS-nya mungkin kita bisa nomor 2 atau nomor 3 kali ya,” terangnya.

    “Kalau di Southeast Asia kita nomor satu,” imbuh Firman.

    Di Indonesia sendiri, sepanjang tahun 2023 di segmen konsumen dan gaming Asus mengklaim berada di posisi puncak dengan sekitar 40 persen untuk konsumen dan sekitar 45 persen untuk segmen gaming.

    Tapi untuk B2B ia mengaku Asus masih jauh tertinggal dibanding merek-merek lain, karena memang mereka memulai bisnis di Indonesia dari segmen konsumen terlebih dahulu.

    “Jadi segmen komersial kita B2Bn kita masih merintis, jadi produsen lain yang sudah lama masuk dan mereka masuk ke B2B itu jauh lebih besar dari kita. Sebenarnya di 2023 udah fokus di komersial bisnis dan tahun ini kita yakin dari nomor 5 di Indonesia kita bisa masuk ke nomor 4 atau 3 di segmen B2B ya. Untuk consumer dari 2013 kita sudah nomor 1, untuk gaming kita dari 2015 sudah nomor 1 di Indonesia, tapi kalau B2B kita masih ketinggalan,” pungkasnya.


    Insight for you Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.