Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Astronom Temukan Bukti Planet Baru, Layak Huni?
    Insight News

    Astronom Temukan Bukti Planet Baru, Layak Huni?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa21 Februari 2022Updated:21 Februari 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Para astronom telah menemukan bukti adanya planet ketiga yang mengelilingi bintang terdekat dengan Matahari. Penemuan ini memperkuat gagasan bahwa planet-planet lain ada di sekitar bintang galaksi, bahkan yang terkecil sekalipun.

    Melansir laman CNBC Internasional, Senin (21/2/2022), planet yang baru ditemukan ini berukuran kurang dari setengah ukuran Bumi dan kemungkinan terlalu panas untuk dihuni.

    Para ilmuwan menilai, masih ada kemungkinan adanya kehidupan di sekitar Proxima Centauri, tetangga galaksi terdekat Bumi.

    “Planet ini tidak berada dalam zona layak huni bintang – ia mengorbit terlalu dekat,” kata astronom João Faria, penulis utama studi yang diterbitkan bulan ini di jurnal Astronomy & Astrophysics yang merinci penemuan tersebut. “Jadi tidak mungkin air berada dalam keadaan cair dan kondisinya tepat untuk kehidupan.” sambungnya.

    Faktanya, planet baru ini sangat dekat, sekitar sepersepuluh jarak antara Matahari dan Merkurius. Sehingga hanya butuh lima hari untuk menyelesaikan orbit di sekitar bintangnya. Para astronom mengaku sangat senang dengan penemuan itu, meskipun kondisi yang tidak bersahabat ada di planet baru ini.

    Faria, seorang peneliti di Institute of Astrophysics and Space Sciences di University of Porto di Portugal, mengatakan planet baru harus diverifikasi oleh pengamatan lain.

    Namun Faria dan rekan penulisnya mengatakan mereka mendeteksinya ‘dalam variasi kecil dalam cahaya bintang Proxima, sebuah ‘goyangan’ yang disebabkan oleh gravitasi planet.

    Teknik serupa digunakan untuk mendeteksi planet pertama yang ditemukan di sekitar Proxima pada 2016, dan planet kedua pada 2019.

    Tetapi pencarian terbaru menggunakan cahaya yang dikumpulkan oleh spektrograf baru di Very Large Telescope di puncak gunung di Gurun Atacama di Chili utara – instrumen yang lebih sensitif daripada yang digunakan sebelumnya.

    [Dexpert.co.id]

    (roy/roy)



    Mind your business Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.