Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Asing Ramai ke Malaysia, RI Mau Rebut Pakai Cara Ini
    Insight News

    Asing Ramai ke Malaysia, RI Mau Rebut Pakai Cara Ini

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa1 Oktober 2024Updated:2 Oktober 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Masa jabatan Budi Arie Setiadi sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika tinggal 19 hari lagi. Ada beberapa pekerjaan rumah yang masih belum diselesaikan sampai hari ini. Pertama, soal harmonisasi tentang regulasi khususnya Undang-undang Perlindungan Data Pribadi.

    Selain itu mengenai revisi PP 71 tentang daya tarik investasi khusus di sektor ITE, khususnya data center dan sebagainya.

    Sebab menurut Budi, aturan tersebut direvisi supaya lebih atraktif, karena Indonesia harus bersaing dengan negara-negara lain. Dengan Malaysia misalnya, yang diketahui menarik banyak investor karena memberikan harga listrik murah. Indonesia, menurut Budi, juga harus berkompetisi dengan negara tetangga.

    “Listrik di Johor 8 sen per kWh, kan kita harus compete dong. Kan kita berkompetisi dengan negara lain soal hal-hal seperti listrik, terus mereka bebas pajak barang modal CPU dan GPU-nya,” ujar Budi usai konferensi pers, di Jakarta, Selasa (1/10/2024).

    “Nah itu kan kita harus diskusikan dengan kementerian keuangan kebijakan fiskalnya,” imbuhnya.

    Negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura belakangan mendapat kucuran investasi jumbo dari raksasa teknologi global.

    Google baru-baru ini mengumumkan penyelesaian perluasan pusat data dan fasilitas cloud mereka di negara tersebut.

    Dengan selesainya proyek pusat data, berarti mereka telah menginvestasikan sebesar US$5 miliar (Rp 81 triliun) dalam infrastruktur teknis di negara Asia Tenggara.

    Sementara di Malaysia, Google menyatakan komitmen investasi sebesar US$2 miliar (Rp 32,5 triliun).

    Investasi tersebut akan digunakan untuk membangun pusat data dan wilayah cloud pertama di negara tersebut, seiring dengan meningkatnya permintaan kecerdasan buatan (AI) dan layanan cloud regional.

    Cloud regional Malaysia adalah tambahan dalam jaringan Google yang mencakup 40 wilayah dan 121 zona di dunia.

    Mudahnya investasi masuk ke Singapura dan Malaysia karena negara tersebut memiliki kebijakan yang mampu mendorong pertumbuhan data center.

    (dem/dem)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Uji “Kualitas” & Kekuatan Data Center RI Tarik Investasi Asing




    Next Article



    RI Punya Sumber Dolar Baru, Awas Direbut Malaysia



    Mind your business Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.