Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Asing Mulai Ramai Serbu RI, Pemerintah Beri Peringatan Ini
    Insight News

    Asing Mulai Ramai Serbu RI, Pemerintah Beri Peringatan Ini

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa11 November 2024Updated:11 November 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Yandex jadi nama perusahaan global terakhir yang ikut berinvestasi di Indonesia. Tak sembarangan, pemerintah menegaskan semua yang ingin berinvestasi perlu ikut aturan di dalam negeri.

    Hal ini diungkapkan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria soal Yandex yang berisi banyak konten negatif. “Kita sudah sampaikan bahwa kalau siapapun yang mau berinvestasi di Indonesia harus comply dengan aturan di sini,” jelas dia ditemui di Jakarta, Senin (11/11/2024).

    Komitmen investasi Yandex diungkapkan perusahaan yang diwakili kepala divisi pencarian internasional, Alexander Popovskiy saat bertemu dengan Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid pekan lalu.

    Nezar mengatakan investasi itu sebagai lanjutan hubungan internasional Indonesia dan Rusia. Selain itu juga banyak perusahaan dari negara lain yang juga ingin menanamkan investasinya di tanah air.

    Pertumbuhan ekonomi Indonesia dinilai menarik bagi perusahaan global tersebut hingga mereka ingin berinvestasi di sini. Termasuk masa depan yang cukup menjanjikan di dalam negeri.

    “Ini follow up hubungan internasional kita dengan Rusia, dengan China, Amerika, negara Eropa, banyak sekali yang berdatangan. Juga menunjukkan keinginan mereka melihat pertumbuhan ekonomi Indonesia,” kata Nezar.

    Namun Yandex, dia mengatakan belum menyebutkan jumlah pasti investasi. Nezar hanya menambahkan raksasa mesin pencarian itu tertarik melakukan beberapa hal di Indonesia.

    “Belum disebutkan jumlahnya (investasi di Indonesia), tetapi tertarik pembangunan infrastruktur, seperti data center, mereka juga tertarik bekerja sama pengembangan kecerdasan artifisiail dan mereka juga tertarik berkolaborasi membina talenta digital,” ungkapnya.

    Selain Yandex, Microsoft sudah lebih dulu mengumumkan komitmen investasinya. Saat lawatan April lalu, CEO Satya Nadella mengungkapkan perusahannya menggelontorkan dana senilai US$1,7 miliar di Indonesia.

    Selain itu, Nvidia diketahui bekerja sama dengan Indosat Ooredoo Hutchison. Keduanya berencana membangun pusat AI di kota Solo.

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video:Tolong Dibantu Pak Prabowo, SDM Teknologi RI Kalah Dari Vietnam


    Mind your business Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.