Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Asean Banjir Investasi Data Center, RI Kebagian Paling Sedikit
    Insight News

    Asean Banjir Investasi Data Center, RI Kebagian Paling Sedikit

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa1 Oktober 2024Updated:6 Oktober 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Negara di Asia Tenggara kebanjiran investasi data center dari raksasa teknologi global. Namun, sayangnya Indonesia kebagian paling sedikit.

    Salah satu perusahaan teknologi yang menggelontorkan investasi di Asean adalah Microsoft. Microsoft mengumumkan investasi layanan cloud senilai US$1,7 miliar (Rp 25 triliun) di Indonesia.

    Sementara Amazon berencana untuk berinvestasi US$9 miliar (136 triliun) di Singapura, US$5 miliar (Rp 75 triliun) di Thailand, dan US$6,2 miliar (Rp 94 triliun) di Malaysia.

    Bahkan di Malaysia, Google mengatakan investasinya di negeri jiran itu mampu menciptakan 26.500 lapangan pekerjaan dan menyumbang lebih dari US$3 miliar bagi perekonomian negara pada 2030 mendatang.

    d

    Hal tersebut diungkap saat mengumumkan pusat data baru dan cloud regional di sana yang sudah mulai dibangun.

    Dimulainya pembangunan pusat data baru senilai US$2 miliar di Malaysia menyusul pengumuman tentang kemitraan multi-tahunnya dengan perusahaan teknologi lokal Dagang NeXchange Berhad untuk menyediakan layanan cloud berdaulat.

    Hal ini juga menyusul pengumuman bahwa Google juga akan menginvestasikan US$1 miliar di Thailand untuk membangun pusat data dan cloud regional di sana.

    Pusat data tersebut dibanugn untuk memenuhi permintaan cloud yang terus meningkat dan mendukung adopsi Kecerdasan Buatan (AI) di Asia Tenggara.

    “Investasi kami dirancang untuk memberikan kinerja dan keandalan yang tinggi, memenuhi permintaan layanan cloud dan AI di seluruh negeri,” kata Presiden dan Kepala Investasi Google Ruth Porat, dikutip dari Reuters, Selasa (1/10/2024).

    Investasi digital telah membantu mendorong perekonomian Malaysia tahun ini. Pertumbuhan bahan melampaui ekspektasi pasar dalam dua kuartal terakhir dan mata uang ringgit menjadi salah satu yang berkinerja terbaik di Asia.

    Langkah Google merupakan bagian dari ekspansi yang lebih luas oleh perusahaan teknologi global ke Asia Tenggara. Mereka bersaing ketat untuk mendapatkan pasar yang lebih besar di wilayah dengan populasi muda sebanyak 670 juta jiwa yang melek teknologi.

    (dem/dem)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Salah Gunakan Posisi, Google Didenda Hingga Rp 40 Triliun




    Next Article



    Bocoran Menkominfo, Aturan Data Center Mau Direvisi!



    Innovation Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.