Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Asal Usul Sinyal dari Alien 45 Tahun Lalu Terungkap
    Insight News

    Asal Usul Sinyal dari Alien 45 Tahun Lalu Terungkap

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa20 Mei 2022Updated:20 Mei 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Sebuah siaran yang diduga dari makhluk luar angkasa atau alien terjadi pada 15 Agustus 1977. Setelah 45 tahun berlalu, peneliti mengungkapkan sumber siaran tersebut.

    Kemungkinan suara Wow! Signal datang dari sebuah bintang mirip Matahari dan terletak 1.800 tahun cahaya pada konstelasi Sagitarius.

    “Wow! Signal dianggap sebagai sinyal radio kandidat SETI [search for extraterrestrial intelligence/pencarian kecerdasan luar angkasa] terbaik yang kami tangkap dengan teleskop kami,” jelas astronom amatir, Alberto Caballero, dikutip dari Live Science, Jumat (20/5/2022).

    Sebagai informasi, NASA menjelaskan SETI adalah bidang yang mendengarkan kemungkinan pesan dari makluk dunia lain sejak pertengahan abad ke-20.

    SETI pada teleskop Big Ear Ohio State University terdengar kuat, tetapi singkat hanya 1 menit 12 detik, ungkap laporan yang ditulis penemunya Jerry Ehman. Para peneliti telah berulang kali mencari dari tempat yang sama tapi hasilnya kosong.

    Namun Caballero mengatakan suara itu bukanlah dari alien. Melainkan berasal dari sebuah peristiwa di alam. Para astronom sudah mengesampingkan beberapa kemungkinan seperti komet.

    Caballero mencari melalui katalog bintang dari satelit Gaia Badan Antariksa Eropa setelah dua penerima teleskop Big Ear menunjuk ke konstelasi Sagitarius. “Saya menemukan secara khusus satu bintang mirip Matahari,” ujarnya.

    Dia menemukan pada obyek 2MASS 19281982-2640123 dengan jarak 1.800 tahun cahaya. Bintang itu memiliki suhu, diameter, luminositas yang identik dengan Matahari di Tata Surya.

    Pencarian Caballero berfokus pada bintang mirip Matahari karena mencari kehidupan yang diketahui. Merujuk pada hasilnya, dia mengatakan bisa jadi ide terbaik untuk mencari planet yang bisa dihuni atau bahkan memiliki peradaban.

    Pemikiran itu disetujui oleh seorang sejarawan dan mempelajari SETI di Pusat Astrofisika Harvard-Smithsonia, Rebecca Charbonneau. Dia, yang tidak ikut dalam penelitian, mengatakan instrumen diarahkan pada hal-hal yang dianggap menarik.

    “Ada miliaran bintang di galaksi dan kita harus mencari cara mempersempitnya,” kata dia. Namun dia juga mempertanyakan apakah mencari bintang seperti Matahari terlalu membatasi dan hanya melihat sekelompok bintang saja.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Perburuan NASA Temukan Alien Hingga Gandeng Ahli Agama

    (npb)


    Techno for life Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.