Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»AS Kirim Petaka Baru ke China, Blokir Biden Makin Ganas
    Insight News

    AS Kirim Petaka Baru ke China, Blokir Biden Makin Ganas

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa5 April 2024Updated:6 April 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Pemerintahan Joe Biden makin gencar melumpuhkan industri teknologi chip canggih di China. Upayanya tak cuma memblokir chip dan alat pembuat chip asal AS ke China.

    Baru-baru ini, AS juga meminta Korea Selatan untuk menyetop pengiriman chip canggih ke China. Terbaru, Belanda juga diperintahkan untuk menghentikan secara total pengiriman alat pembuat chip canggih buatan ASML ke Negeri Tirai Bambu.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Kepala Kebijakan Ekspor AS Alan Estevez dijadwalkan bertemu dengan pemerintah Belanda pada pekan depan untuk mendiskusikan soal hal ini. Dalam pertemuan itu juga akan ada perwakilan dari ASML.

    Washington dikatakan berencana menambah daftar pabrik pembuat chip China untuk dilarang menerima alat dari Belanda, menurut sumber dalam, dikutip dari Reuters, Jumat (5/4/2024).

    Kementerian Luar Negeri Belanda mengonfirmasi pertemuan pekan depan, tetapi tidak menjabarkan topik diskusi yang akan digelar.

    “Belanda selalu mengakomodir diskusi yang baik dengan mitra kali. Pertemuan pada Senin depan adalah salah satu contohnya,” kata perwakilan kementerian.

    Kedutaan China di Washington mengatakan Beijing mengecam upaya AS untuk meblokade perkembangan teknologi negaranya dengan dalih mengancam keamanan nasional.

    Departemen Perdagangan AS dan ASML menolak berkomentar soal hal ini.

    Pembatasan lebih lanjut ASML untuk menjual mesin canggih ke China akan berdampak buruk bagi kedua pihak. China merupakan pasar terbesar kedua ASML setelah Taiwan. Pangsa pasarnya 29% pada tahun lalu.

    Sementara itu, tanpa alat pembuat chip canggih dari ASML, China akan makin sulit mengejar ketinggalan dalam produksi chip canggih melawan AS.

    Tahun lalu, Jepang dan Belanda sudah bergabung dengan AS untuk melakukan pembatasan akses dagang teknologi ke China. Namun, ada lisensi khusus yang membuat ASML masih bisa mengirim alat pembuat chip ke China.



    Hitech for better life Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.