Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»AS Jangan Remehkan China, Bos Microsoft Ungkap Bahaya Besar
    Insight News

    AS Jangan Remehkan China, Bos Microsoft Ungkap Bahaya Besar

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa15 November 2024Updated:15 November 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Presiden dan wakil ketua Microsoft Brad Smith berbicara soal perang teknologi antara Amerika Serikat dan Eropa dengan China. Dia mengingatkan untuk tidak menganggap remeh negara yang dipimpin Xi Jinping.

    Menurut dia, China seharusnya tidak dianggap tertinggal. Sebab, dalam banyak hal China hampir dan bahkan mengejar ketertinggalan dalam sektor teknologi.

    “Salah satu bahayanya adalah orang-orang yang tidak terlalu sering ke China berasumsi mereka tertinggal,” ucapnya dalam konferensi teknologi Web Summit, dikutip dari CNBC Internasional, Kamis (14/11/2024).

    “Namun saat ke sana, Anda akan terkesima dengan banyaknya yang mereka telah lakukan,” kata dia menambahkan.

    Di masa depan, Smith meramalkan perusahaan China dan AS akan bersaing makin ketat dalam bidang teknologi. Pada akhirnya AS dan Eropa akan bekerja sama untuk melakukan sesuatu, termasuk kemajuan pada AI di seluruh dunia.

    Ramalan lainnya adalah akan ada suatu masa saat beberapa teknologi bakal berpindah ke China. Namun keputusan ini bukan berasal dari para perusahaan tersebut.

    Smith juga mengatakan masih terlalu dini menilai keadaan akan lebih menantang terkait perdagangan China saat kepemimpinan AS beralih ke Donald Trump nantinya.

    Perusahaan tidak bisa sembarangan untuk masuk ke pasar China. Dia menjelaskan bisnis itu hanya bisa dilakukan jika diinginkan pemerintah China dan AS mengizinkannya.

    “Sebenarnya sebagai perusahaan teknologi AS, kami bisa berbisnis di China hanya saat menawarkan layanan yang diinginkan pemerintah China di sana dan pemerintah AS ingin kami ada di sana,” jelas dia.

    Microsoft diketahui telah beroperasi di China sejak 1992. Perusahaan telah masuk ke berbagai bisnis, termasuk pusat penelitian dan menjadi pengembangan terbesar di luar AS.

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Bantu Inklusi Keuangan RI, Fintech Perluas Kredit UMKM





    Next Article



    DPR AS Pegang Transkrip Rahasia Soal Nasib TikTok



    Hitech for better life Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.