Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»AS Blokir Total China, Negara Ini Diam-diam Siapkan Amunisi
    Insight News

    AS Blokir Total China, Negara Ini Diam-diam Siapkan Amunisi

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa15 November 2024Updated:16 November 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Amerika Serikat (AS) dan China berlomba-lomba untuk mendominasi teknologi chip kecerdasan buatan (AI). Bahkan, perang teknologi keduanya makin sengit dengan pemberlakuan kebijakan blokir AS ke China yang kian meluas agar tak bisa mengakses teknologi chip dan alat pembuat chip canggih dari AS dan sekutu.

    Ternyata, bukan cuma dua negara tersebut yang berniat menguasai pasar chip AI. Jepang juga berusaha untuk meningkatkan industri chip dan kecerdasan buatan (AI) dalam negeri. Untuk itu, Perdana Menteri Shigeru Ishiba mengumumkan rencana investasi besar-besaran pada industri tersebut.

    Dalam rencana pemerintah, industri akan mengantongi dana senilai US$65 miliar atau sekitar Rp 1.024 triliun. Ishiba tak mengungkapkan cara dana tersebut akan didapatkan.

    Namun Ishiba memastikan pemerintah tidak menerbitkan obligasi dalam rangka menutupi defisit dalam rencana tersebut.

    Agar bisa terlaksana, Reuters melaporkan pemerintah Jepang akan mengajukan rancangan aturan mendukung produksi massal chip generasi berikutnya ke parlemen. Ini menjadi paket ekonomi komprehensif pemerintah setempat.

    Fokus rencana itu adalah usaha pengecoran chip Rapidus dan pemasok chip untuk AI, dikutip Rabu (13/11/2024).

    Dampak ekonomi dari rencana tersebut adalah mencapai Rp 160 triliun. Dukungan pemerintah sebenarnya sudah pernah diungkapkan tahun lalu, dengan alokasi Rp 2 triliun untuk mendukung industri chip.

    Investasi itu tetap akan didapatkan selama 10 tahun. Rencananya total dari sektor publik dan swasta mencapai 50 triliun yen.

    Sementara itu, Rapidus merupakan perusahaan semikonduktor yang dipimpin veteran industri. Produksi akan dilakukan di bagian utara, pulau Hokkaido.

    Rencananya produksi massal dilakukan mulai 2027. Rapidus akan bekerja sama dengan raksasa teknologi global IBM dan Imec selaku organisasi penelitian Belgia untuk melakukan produksi.

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Bantu Inklusi Keuangan RI, Fintech Perluas Kredit UMKM





    Next Article



    China Dikucilkan Dunia, Dampaknya Tak Terduga



    Insight for you Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.