Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»AS Bersih-Bersih Produk China, Modalnya Rp 30,1 Triliun
    Insight News

    AS Bersih-Bersih Produk China, Modalnya Rp 30,1 Triliun

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa10 Desember 2024Updated:10 Desember 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Rencana untuk menyingkirkan China dari Amerika Serikat (AS) butuh biaya yang tak sedikit. Komisi Komunikasi Federal (FCC) menyebutkan membutuhkan US$4,98 miliar (Rp 78,9 triliun).

    Uang tersebut digunakan untuk menyingkirkan perangkat telekomunikasi BTS merek Huawei dan ZTE yang disebut mengancam keamanan Amerika Serikat.

    Meski begitu, Kongres hanya menyetujui US$1,9 miliar (Rp 30,1 triliun) untuk program yang disebut sebagai Rip and Replace. Namun ketua FCC Jessica Rosenworcel meminta kongres AS untuk menyediakan dana tambahan, dikutip dari Reuters, Senin (9/12/2024).

    Dia menuturkan masih butuh dana setidaknya US$3,08 miliar (Rp 48,8 triliun). Tujuannya untuk program menggantikan peralatan pada jaringan di 126 operator.

    Peralatan itu, Rosenworcel mengatakan membahayakan keamanan nasional dan konektivitas konsumen perdesaan yang memang bergantung pada jaringan tersebut.

    Jika permintaan tersebut tidak diikuti akan berdampak pada jaringan di perdesaan. Menurutnya beberapa jaringan akan ditutup karena kekurangan dana.

    “Dapat menghilangkan satu-satunya penyedia pada beberapa wilayah dan mengancam layanan 911,” jelasnya.

    Uang yang dibutuhkan tahun ini jumlahnya jauh lebih besar dari tahun sebelumnya. Tahun 2023, Gedung Putih meminta US$3,1 miliar (Rp 49,1 triliun) untuk melaksanakan program tersebut.

    Pihak Dewan Perwakilan Rakyat AS dilaporkan akan memberikan suara terkait aturan tersebut pada minggu depan. Aturan itu akan berdampak pada beberapa perusahaan, termasuk Huawei dan ZTE.

    Bukan hanya itu, aturan itu juga mencakup ketentuan lain. Misalnya laporan soal upaya China menghindari aturan AS dan penilaian intelijen soal kemampuan bioteknologi negara tersebut.

    (dem/dem)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Kendala RI Dorong 5G Demi Efisiensi & Produktivitas Bisnis





    Next Article



    Jerman Ikut Jejak Amerika Blokir China



    Innovation Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.