Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Apple Turun Takhta, Ini Perusahaan Paling Bernilai di Dunia
    Insight News

    Apple Turun Takhta, Ini Perusahaan Paling Bernilai di Dunia

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa15 Januari 2024Updated:15 Januari 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Microsoft mengakhiri sesi perdagangan lebih tinggi dari Apple untuk pertama kalinya sejak 2021. Saat penutupan Jumat (12/1), Microsoft menjadi perusahaan paling bernilai di dunia.

    Performa Apple melambat lantaran kekhawatiran investor terkait permintaan iPhone, iPad, Mac, yang diprediksi akan terus loyo sepanjang 2024.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Saham Apple naik 0,2% pada penutupan hari Jumat, sementara Microsoft bertambah 1%. Dengan demikian, kapitalisasi pasar Microsoft mencapai US$2,887 triliun, tertinggi yang pernah ada, menurut data LSEG. Kapitalisasi pasar Apple terpatok US$2,875 triliun, dihitung dengan data yang diajukan pada hari sebelumnya.

    Kekhawatiran terhadap permintaan smartphone telah mendorong saham Apple turun 3% di awal tahun 2024, setelah naik 48% tahun sebelumnya.

    Sementara Microsoft naik sekitar 3% tahun ini setelah melonjak 57% pada tahun 2023 dalam reli yang sebagian didorong oleh kepemimpinannya dalam kecerdasan buatan generatif melalui investasi di OpenAI pembuat ChatGPT.

    Kapitalisasi pasar Apple mencapai puncaknya hingga US$3,081 triliun pada 14 Desember, menurut LSEG.

    Masuknya teknologi AI ke dalam rangkaian perangkat Microsoft menjadi sebuah langkah yang memicu kebangkitan bisnis komputasi awan pada kuartal Juli-September. Keunggulan AI-nya juga menciptakan peluang untuk menantang dominasi Google dalam penelusuran web, demikian dikutip dari Reuters, Senin (15/1/2024).

    Sedangkan Apple malah bergulat dengan permintaan yang lemah termasuk iPhone yang menjadi sumber pendapatannya. Permintaan di China, yang merupakan pasar utama Apple, telah merosot karena perekonomian negara tersebut mengalami pemulihan yang lambat dari pandemi COVID-19 dan kebangkitan kembali Huawei telah mengikis pangsa pasarnya.

    Penjualan headset realitas campuran Vision Pro Apple dimulai pada 2 Februari di Amerika Serikat, menandai peluncuran produk terbesar Apple sejak iPhone pada tahun 2007. Namun, UBS dalam laporan minggu ini memperkirakan bahwa penjualan Vision Pro akan tidak terlalu berpengaruh bagi Apple.



    Artikel Selanjutnya


    China Larang PNS Pakai iPhone, Jualan Apple Bakal Jatuh

    (fab/fab)


    Innovation Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.