Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Apple Mendadak Banjir Keluhan, Ini Biang Keroknya
    Insight News

    Apple Mendadak Banjir Keluhan, Ini Biang Keroknya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa29 Januari 2024Updated:29 Januari 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Apple dibanjiri keluhan gara-gara kebijakan toko aplikasi App Store yang dinilai belum mengikuti regulasi dari Uni Eropa yang dinamai ‘Digital Markets Act’ (DMA).

    Dalam kebijakan baru yang diumumkan Apple, perusahaan akan mengizinkan pengembang software mendistribusikan aplikasi di perangkat Apple lewat toko aplikasi alternatif. Jadi, tak harus lewat App Store.

    Mekanisme tersebut selama ini sudah bisa dilakukan di HP Android atau dijuluki ‘sideloading’. Namun, Apple menerapkan biaya tambahan untuk memungkinkan distribusi aplikasi di luar App Store.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Sebagai catatan, selama ini aplikasi iPhone yang didistribusikan lewat App Store harus menggunakan sistem pembayaran Apple. Komisi yang diserahkan pengembang aplikasi bisa mencapai 30%.

    Dengan kebijakan distribusi di toko aplikasi alternatif, pengembang software bisa menggunakan sistem pembayarannya sendiri.

    Namun, pengembang yang memilih keluar dari sistem App Store masih harus membayar biaya ‘teknologi inti’ sebesar 50 sen euro (Rp 860,97) per akun pengguna setiap tahunnya.

    Kebijakan itu dikritik habis-habisan. Banyak yang berpendapat struktur kebijakan baru Apple yang diberlakukan mulai awal Maret 2024 tersebut bisa melanggar aturan DMA.

    Menanggapi hal ini, Komisioner Eropa Thierry Breton mengatakan esensi DMA adalah menciptakan kompetisi internet yang adil dan terbuka.

    “Mulai 7 Maret kami akan meninjau proposal dari perusahaan teknologi dan memberikan masukan dari pihak ketiga. Jika solusi yang diberikan tak cukup bagus, kami tak segan-segan mengambil tindakan tegas,” kata dia, dikutip dari Reuters, Senin (29/1/2024).

    Di bawah aturan Uni Eropa, pengembang masih tetap harus memasukkan aplikasi ke Apple untuk dikaji, terutama soal risiko keamanannya.

    Pengguna perangkat Apple di Eropa bisa memilih browser default sesuai keinginan dan sistem pembayaran untuk aplikasi. Jadi, mereka tak perlu membuat pembayaran via sistem Apple.

    Namun, tetap saja ada biaya teknologi inti sebesar 50 sen euro yang harus dibayarkan pengembang agar aplikasinya bisa tersemat di perangkat Apple.




    Hitech for better life Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.