Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Apple Ketar-Ketir, Bisa Rugi Besar Gara-Gara Aplikasi Ini
    Insight News

    Apple Ketar-Ketir, Bisa Rugi Besar Gara-Gara Aplikasi Ini

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa29 September 2023Updated:30 September 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Apple dan Epic Games terlibat sengketa panjang sejak 2020 lalu. Epic Games yang merupakan pengembang game popiler Fortnite menuduh Apple ‘memeras’ pengembang aplikasi melalui kebijakan di App Store. 

    Apple menetapkan syarat yang mengharuskan pengembang aplikasi di App Store memberikan komisi sebesar 30% untuk setiap pembayaran dalam aplikasi (in-app purchase) pada iPhone dan iPad. Epic Games menyebut kebijakan tersebut melanggar aturan anti monopoli AS.

    Epic Games kalah dalam persidangan di tahun 2021. Namun, hakim Pengadilan Negeri AS memutuskan bahwa praktik Apple yang melarang pengembang aplikasi memberi tahu pelanggannya tentang metode pembayaran alternatif, melanggar undang-undang persaingan tidak sehat di California.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Perkembangan terakhir, Mahkamah Agung (MA) AS meminta Apple mengubah peraturan di App Store dalam persidangan banding putaran ke-9. Namun, MA mengatakan perintah itu masih ditangguhkan hingga proses hearing lebih lanjut.

    Apple berpendapat bahwa perintah dari MA melanggar Konstitusi AS karena mematahkan kewenangan hakim federal.

    Perusahaan berpendapat bahwa perintah hakim MA hanya berlandas dari kasus yang diajukan satu pengembang saja, bukan kelompok pengembang yang lebih banyak.

    Apple mengklaim perintah itu hanya mengakomodir kepetingan Epic Games. 

    “Pendekatan tersebut menghilangkan batasan konstitusional pada kewenangan pengadilan federal. Perintah ini menjadi solusi default dalam kasus penggugat tunggal yang menentang kebijakan yang berlaku secara umum,” tulis Apple dalam pengajuannya ke MA, dikutip dari Reuters, Jumat (29/9/2023).

    Epic juga mengajukan banding atas keputusan pengadilan yang lebih rendah dalam kasus Apple. MA kemungkinan akan memutuskan apakah akan mendengarkan kasus ini pada akhir tahun ini atau awal tahun depan.


    Artikel Selanjutnya


    Pabrik iPhone Tutup, Empot-Empotan Cari Untung

    (fab/fab)


    Hitech for better life Innovation
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.