Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Apple Disebut Pangkas Produksi iPhone SE 2022, Bakal Langka?
    Insight News

    Apple Disebut Pangkas Produksi iPhone SE 2022, Bakal Langka?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa28 Maret 2022Updated:29 Maret 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Apple disebut berencana memangkas produksi iPhone dan Airpod. Menurut laporan Nikkei, alasannya adalah karena krisis yang terjadi di Ukraina dan inflasi yang mulai membebani permintaan elektronik konsumen.

    Dalam laporan tersebut disebutkan Apple memotong produksi iPhone SE hingga 20% pada kuartal berikutnya. Pesanan produksi itu lebih rendah 2-3 juta unit dari yang pernah direncanakan sebelumnya, dikutip dari Reuters, Senin (28/3/2022).

    Nasib serupa juga akan menimpa Airpods. Menurut Nikkei, Apple akan mengurangi pesanan lebih dari 10 juta unit pada 2022 karena pemintaan yang tidak terlalu tinggi.

    Selain itu, raksasa teknologi asal Amerika Serikat (AS) juga meminta pemasok membuat jumlah yang lebih sedikit untuk seluruh jajaran iPhone 13. Menurut laporan, penyesuaian tersebut berdasarkan pada permintaan musiman.

    Namun, Reuters mengatakan Apple tidak segera menanggapi komentar terkait laporan tersebut.

    Apple diketahui baru saja merilis ponsel murah iPhone SE 2022. HP anyar ini disebut para analis bakal dilirik oleh masyarakat Asia dan masuk dalam pertarungan sengit dengan ponsel Android.

    iPhone SE 2022 dijual US$429 atau Rp 6,1 jutaan dan telah didukung oleh 5G. Pialang Cowen and Company memprediksi perangkat tersebut akan mendapat pangsa pasar baru khususnya di China dan India.

    “iPhone SE generasi ke-3 bisa efektif mendapatkan pangsa tambahan pada konsumen yang sensitif dengan harga, khususnya di Asia,” jelas Cowen and Company.

    Analis Counterpoint Research, Sujong Lim mengatakan permintaan terbuka pada ponsel ini akan terlihat di beberapa wilayah. Dia menyebutkan salah satunya berasal dari Asia Tenggara.

    “Saat ini kami memperkirakan permintaan akan lebih terbuka di pasar lain seperti Eropa, Asia Tenggara, dan Korea, wilayah banyak konsumen menjauh akibat kurangnya dukungan 5G (pada SE lebih lama),” jelasnya.

    [Dexpert.co.id]

    (npb/roy)


    Techno for life Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.