Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Apple Blokir ChatGPT, Alasannya Bikin Geleng-geleng
    Insight News

    Apple Blokir ChatGPT, Alasannya Bikin Geleng-geleng

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa3 Maret 2023Updated:4 Maret 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Apple kembali memblokir aplikasi yang di toko aplikasi App Store. Kali ini giliran layanan email ‘BlueMail’ yang memiliki fitur ChatGPT.

    Raksasa teknologi asal Cupertino, AS itu, mengaku khawatir aplikasi tersebut tidak memfilter konten dengan benar untuk audiens berusia muda.

    Para pengembang menilai pemblokiran ini tidak adil. Menurut mereka, Apple menunjukkan kekuasaannya dalam memonopoli pasar, khususnya di tengah popularitas teknologi kecerdasan buatan (AI) yang menjadi tulang punggung ChatGPT.

    BlueMail, aplikasi email yang diblokir, dikembangkan oleh Blix Inc, sebuah perusahaan berbasis New Jersey, AS. Mereka menggunakan ChatGPT dari OpenAI untuk menghasilkan email bagi pengguna berdasarkan konten dan data kalender mereka sebelumnya.

    Pengembang Blix memberi tahu The Wall Street Journal bahwa mereka menerima email dari Apple yang mengatakan aplikasi tersebut telah diblokir karena “tampaknya tidak menyertakan pemfilteran konten saat ini”.

    Apple kemudian memberi Blix pilihan, yakni meningkatkan proses penyaringan kontennya atau meningkatkan batasan usia minimumnya dari 4 hingga 17 tahun.

    Salah satu pendiri Blix, Ben Volach, mengatakan bahwa perusahaannya sebenarnya menggunakan filter konten. Mereka juga mengklaim permintaan pembatasan usia yang disesuaikan oleh Apple tidak adil dan akan merugikan bisnisnya.

    “Apple mempersulit kami untuk menghadirkan inovasi kepada pengguna kami,” kata Volach, dikutip dari Gizmodo, Jumat (3/3/2023).

    Salah satu pendiri Blix sebelumnya mengajukan gugatan anti-monopoli terhadap Apple pada 2019 menyusul penghapusan aplikasi sebelumnya dari platform.

    Pihak Apple menyebut semua pengembang memiliki kemampuan untuk melakukan penolakan aplikasi melalui proses banding App Review Board dan mengatakan sedang menyelidiki keluhan Blix.

    Namun Apple tidak memberi tahu apakah akan ada kebijakan baru khusus chatbot atau aplikasi AI generatif.

    Apple, menurut laporan Wall Street Journal, memang menerapkan batasan usia 17-plus yang sama untuk aplikasi bertenaga AI generatif seperti mesin pencari Bing dari Microsoft. Sebaliknya, Google tidak menerapkan batasan usia untuk mengakses aplikasi Bing.

    Apple memilih pendekatan yang lebih konservatif atas teknolologi AI seperti Bing, atau generator email BlueMail, berpotensi menemukan dan menyajikan konten dewasa kepada audiens yang lebih muda. Namun, Volach mengatakan kebijakan Apple kurang konsisten dan tidak diterapkan secara adil untuk semua aplikasi yang menggunakan teknologi serupa.

    “Kami menginginkan keadilan. Jika kami diharuskan berusia 17 tahun ke atas, maka yang lain juga harus melakukannya.” tuturnya.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT


    Insight for you Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.