Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Apple Bagi-Bagi Duit Rp 7,7 T ke Pengguna iPhone, Ini Syaratnya
    Insight News

    Apple Bagi-Bagi Duit Rp 7,7 T ke Pengguna iPhone, Ini Syaratnya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa8 Januari 2024Updated:8 Januari 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Pada 2020 lalu, Apple sepakat membayar ganti rugi atas gugatan pengguna iPhone. Raksasa Cupertino tersebut dituduh sengaja menurunkan performa iPhone lawas atau istilahnya ‘throttling’.

    Kini, Apple mulai membayar ganti rugi secara bertahap kepada para pengguna iPhone yang menjadi korban. Pengguna yang telah mengklaim kerugiannya menerima pembayaran sebesar US$ 92,17 atau setara Rp 1,4 jutaan.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Situs web resmi litigasi kasus tersebut mengonfirmasi bahwa banding terakhir ditolak pada bulan Desember 2023. Oleh karena itu, pembayaran bisa dilakukan mulai Januari 2024.

    Pembayaran total dari Apple untuk kasus ini ditaksir mencapai US$ 500 atau sekitar Rp 7,7 triliun, dikutip dari TechRadar, Senin (8/1/2024).

    Jika Anda tak melakukan klaim, jangan harap mendapat ganti rugi, meski turut menjadi korban. Adapun deadline untuk pengajuan klaim kompensasi dari Apple telah ditutup sejak 6 Oktober 2020.

    Syarat menerima ganti rugi tersebut, pengguna harus berbasis di Amerika Serikat (AS). Adapun yang memenuhi syarat adalah pengguna iPhone 6, 6 Plus, 6s, 6s Plus, atau SE yang berjalan dengan sistem operasi iOS 10.2.1.

    Pengguna yang berhal mendapatkan kompensasi harus memiliki iPhone lawas tersebut paling akhir di 21 Desember 2017.

    Pada Desember 2017 lalu, Apple mengaku bahwa iOS dibuat lambat pada iPhone lawas, seiring dengan usia baterai yang makin tua. Apple berdalih langkah itu dibuat untuk memastikan stabilitas perangkat.

    Namun, pengguna tak terima dengan alasan tersebut. Pengguna juga merasa Apple berlaku tak adil dan tak transparan atas kebijakan yang langsung berdampak pada mereka.


    Artikel Selanjutnya


    China Menang! iPhone 15 Tak Laku, HP Huawei Jadi Raja

    (fab/fab)


    Innovation Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.