Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Aplikasi Telegram Palsu Beredar di HP Android, Buruan Hapus
    Insight News

    Aplikasi Telegram Palsu Beredar di HP Android, Buruan Hapus

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa13 September 2023Updated:17 September 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Spyware menyamar sebagai versi Telegram yang dimodifikasi ditemukan di Google Play Store. Aplikasi palsu ini dirancang untuk mengambil informasi sensitif dari perangkat Android yang disusupi.

    Menurut peneliti keamanan Kaspersky Igor Golovin, aplikasi tersebut hadir dengan fitur jahat untuk mengumpulkan dan mengekstrak nama, ID pengguna, kontak, nomor telepon, dan pesan obrolan ke server yang dikendalikan aktor.

    Aktivitas tersebut diberi nama sandi Evil Telegram oleh perusahaan keamanan siber Rusia.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Namun yang lebih mengerikan, aplikasi-aplikasi tersebut telah diunduh secara kolektif jutaan kali sebelum akhirnya dihapus dari Play Store oleh Google.

    Berikut adalah nama aplikasi Telegram palsu yang terinfeksi spyware:

    • 電報,紙飛機-TG繁體中文版 or 電報,小飛機-TG繁體中文版 (org.telegram.messenger.wab) – di download lebih dari 10 juta kali
    • TG繁體中文版-電報,紙飛機 (org.telegram.messenger.wab) – di download lebih dari 50,000
    • 电报,纸飞机-TG简体中文版 (org.telegram.messenger.wob) – 50,000 lebih diunduh
    • 电报,纸飞机-TG简体中文版 (org.tgcn.messenger.wob) – 10,000 lebih di download pengguna
    • ئۇيغۇر تىلى TG – تېلېگرامما (org.telegram.messenger.wcb) – 100 kali diunduh pengguna.

    Perlu dicatat bahwa nama paket yang terkait dengan Telegram versi Play Store adalah “org.telegram.messenger”, sedangkan nama paket untuk file APK yang diunduh langsung dari situs web Telegram adalah “org.telegram.messenger.web”.

    Oleh karena itu, penggunaan “wab”, “wcb”, dan “wob” untuk nama paket file berbahaya menyoroti ketergantungan pelaku ancaman pada teknik kesalahan ketik agar terlihat sebagai aplikasi Telegram yang sah dan tidak terdeteksi radar Google.

    “Ketika pertama kali lihat, aplikasi-aplikasi ini tampak seperti klon Telegram lengkap dengan antarmuka yang dilokalkan,” kata perusahaan itu, dikutip dari The Hacker News, Rabu (13/9/2023).

    “Semuanya terlihat dan berfungsi hampir sama dengan aslinya. [Tetapi] ada perbedaan kecil yang luput dari perhatian moderator Google Play: versi yang terinfeksi memiliki modul tambahan,” jelasnya.

    Pengungkapan ini terjadi beberapa hari setelah ESET mengungkap kampanye malware BadBazaar yang menargetkan pasar aplikasi resmi yang memanfaatkan versi jahat Telegram untuk mengumpulkan cadangan obrolan.

    Aplikasi peniru Telegram dan WhatsApp serupa ditemukan oleh perusahaan keamanan siber Slovakia sebelumnya pada bulan Maret 2023 yang dilengkapi dengan fungsi clipper untuk mencegat dan mengubah alamat dompet dalam pesan obrolan dan mengarahkan transfer mata uang kripto ke dompet milik hacker

     


    Artikel Selanjutnya


    HP Nomor Satu Bukan Samsung-iPhone-Xiaomi, Jarang yang Tahu!

    (dem)


    Insight for you Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.