Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Aplikasi Pengganti WhatsApp Meledak, Ini Alasan Banyak yang Pindah
    Insight News

    Aplikasi Pengganti WhatsApp Meledak, Ini Alasan Banyak yang Pindah

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa25 Juli 2024Updated:25 Juli 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Telegram makin mengejar WhatsApp dengan mencapai lebih dari 950 juta pengguna aktif pada Juli 2024. Pendiri Telegram Pavel Durov menargetkan agar aplikasi pesan singkat itu mampu melampaui angka 1 miliar pengguna aktif tahun ini.

    Dalam saluran Telegram, Durov mengungkap, perusahaan juga berencana meluncurkan toko aplikasi dan browser dalam aplikasi dengan dukungan untuk halaman web3 bulan ini.

    Pada Maret lalu Telegram melaporkan bahwa pengguna mereka melampaui 900 juta. Saat itu, dalam wawancara dengan Financial Times, Durov mengatakan perusahaan menargetkan untung tahun depan, demikian dikutip dari TechCrunch, Kamis (25/7/2024).

    Telegram tampaknya mempercepat adopsi teknologi web3 di platformnya. Perusahaan ini telah lama mendukung inisiatif mata uang kripto dan blockchain, namun upayanya untuk memasuki ruang tersebut melambat setelah penawaran koin awalnya gagal pada 2018.

    Pada Desember 2022, perusahaan mulai melelang nama pengguna di blockchain TON.

    Perusahaan sejak itu fokus membantu pengembang membangun aplikasi mini dan game yang menggunakan cryptocurrency untuk transaksi.

    Tahun ini, mereka mulai membagi pendapatan iklan dengan pemilik saluran dengan membagikan Toncoin (token pada blockchain TON).

    Awal bulan ini, Telegram mulai mengizinkan pemilik saluran mengonversi bintang menjadi Toncoin untuk membeli iklan dengan harga diskon atau memperdagangkan mata uang kripto.

    Namun, sejak November 2023, penipu secara aktif menjajakan berbagai skema untuk mencuri Toncoin dari pengguna, demikian menurut laporan dari Kaspersky.

    Durov membahas masalah ini dalam pesannya di saluran minggu lalu, dan mengatakan bahwa perusahaan sedang berupaya untuk mengurangi penipuan semacam itu.

    “Dalam waktu dekat, Telegram akan mulai menampilkan bulan pendaftaran dan negara utama untuk akun publik [mirip dengan Instagram]. Kami juga akan mengizinkan organisasi menggunakan aplikasi mini mereka untuk mengeluarkan label saluran, menciptakan pasar terdesentralisasi untuk verifikasi pihak ketiga,” tulisnya dalam pesan di salurannya.

    (dem/dem)

    Saksikan video di bawah ini:

    Tren Teknologi Produk Elektronik Penuhi Perubahan Gaya Hidup Warga RI





    Next Article



    Aplikasi Pengganti WhatsApp Bikin Eropa Pecah, Pejabat Ngamuk



    Insight for you Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.