Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Aplikasi Ojek Online RI yang Sudah Gulung Tikar & Pendirinya
    Insight News

    Aplikasi Ojek Online RI yang Sudah Gulung Tikar & Pendirinya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa15 Desember 2022Updated:15 Desember 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Keberhasilan Gojek dan masuknya Grab di Indonesia sempat memunculkan banyak perusahaan lain yang menawarkan layanan ojek online. Namun, mayoritas tak mampu bertahan.

    Sekitar 6-17 tahun yang lalu, pasar ojek online (ojol) di Indonesia kedatangan banyak pemain baru. Namun satu persatu mereka mulai berguguran dilibas persaingan yang ketat melawan nama-nama besar dengan suntikan modal yang jorjoran saat itu.

    Mereka yang terpaksa gulung tikar, sebut saja Ladyjek, Blujek, OjekArgo, dan Ojekkoe. Perusahaan ojek online ini didirikan oleh warga RI. Berikut daftarnya:


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Ladyjek

    Ojol dengan ciri khas untuk kaum wanita ini didirikan oleh Brian Mulyadi yang juga merangkap CEO saat itu.

    LadyJek bakal mulai beroperasi pada Oktober 2015 lalu untuk kawasan Jabodetabek dan telah membuka tiga kantor cabang di Cengkareng, Bekasi, dan Tangerang.

    Dengan hampir 3.300 pengemudi, LadyJek terlihat sukses saat itu. Namun akibat keterbatasan modal, mereka juga harus gulung tikar.

    Bluejek

    Masih di tahun 2015, Bluejek berdiri dengan 2 founder yakni Garrett Kartono dan Michael Manuhutu. BluJek merupakan produk dari PT. BluJek Indonesia.

    Layanan yang ditawarkan Blujek tak ada bedanya dengan Gojek saat itu. Ada Blu-Rider sebagai jasa transportasi, Blu-Pick untuk jasa kurir, Blu-Shop untuk yang mau titip belanjaan dan Blu-Menu untuk mengantarkan makanan.

    OjekArgo

    Dalam laman LinkedIn Rizal Saputra tercatat sebagai CEO OjekArgo sejak September 2015 hingga Februari 2018. Dahulu pelanggan yang membutuhkan layanan ride hailing ini hanya perlu instal aplikasi dan tidak perlu mendaftarkan diri atau membuat akun di aplikasinya.

    Ojekkoe

    Katon Muchtar menjadi nama di balik berdirinya Ojekkoe. Ia menjabat sebagai CEO juga di perusahaan yang lahir di 2016 lalu. Ojekkoe menjadi ride hailing yang dirilis sebagai bagian dari tugas akhir Katon. Layanan mereka hanya memungut biaya minim Rp 2.500 per hari untuk mengantar penumpang.

    Ojekkoe sempat memiliki 500 orang mitra pengemudi, sebelum akhirnya tidak aktif.

     

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    AirAsia Indonesia Buka Suara Soal Gaji Ojek Online Rp 10 Juta

    (dem)


    High Technology Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.