Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Aplikasi Canggih Pengganti WhatsApp Makin Ramai, Malah Mau Diblokir
    Insight News

    Aplikasi Canggih Pengganti WhatsApp Makin Ramai, Malah Mau Diblokir

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa3 Juni 2024Updated:3 Juni 2024Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Telegram akan memiliki 1 miliar pengguna aktif bulanan pada tahun ini. Secara bersamaan aplikasi pertukaran pesan itu terancam diblokir di Indonesia.

    Dalam pengumumannya beberapa waktu lalu, pendiri Telegram Pavel Durov mengatakan aplikasinya akan tembus 1 miliar pada 2024. Dengan capaian tersebut, Telegram masuk dalam jajaran platform populer mulai dari Facebook, Youtube, Instagram, serta pesaingnya WhatsApp.

    “Pengguna aktif bulanan kami akan tembus 1 miliar pada tahun ini,” kata Durov, dikutip dari Reuters.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Telegram telah menyebar luas seperti kebakaran hutan,” imbuhnya.

    Di sisi lain, Telegram malah berpotensi diblokir di RI. A, Alasannya, Indonesia juga terus melakukan berbagai upaya memberantas judi online. Termasuk mengancam memblokir Telegram yang dinilai tidak kooperator.

    Peringatan tersebut diungkapkan Menteri Kominfo Budi Arie Setiadi. Dia menyebut tren judi online Telegram untuk memfasilitasi kegiatan ini.

    “Saya peringatan kepada platform Telegram kalau tidak kooperatif akan saya tutup,” tegasnya dalam konferensi pers, Jumat (24/5/2024).

    Platform yang masih membiarkan konten judi online tersebar akan dikenakan denda. Budi Arie menjelaskan besaran denda mencapai Rp 500 juta per konten.

    “Jika tidak kooperatif untuk memberantas judi online di platform anda, maka saya akan mengenakan denda sampai dengan Rp 500 Juta rupiah per konten. Saya ulangi, saya akan denda sampai dengan Rp500 Juta per konten,” tegas Budi Arie.

    Langkah yang diambilnya itu sesuai dengan Undang-undang No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik serta ketentuan perubahan dan Peraturan Menteri Kominfo Nomor 5 Tahun 2020 tentang Penyelenggara Sistem Elektronik Privat serta ketentuan perubahan.

    Sementara untuk denda termasuk dalam Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2023 tentang Jenis dan Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

    Pakai AI Microsoft

    Sementara itu, Microsoft baru saja menanamkan fitur bot berbasis kecerdasan buatan (AI) ‘Copilot’ ke Telegram. Fitur itu memungkinkan pengguna mencari informasi, memberikan pertanyaan, dan berinteraksi dengan chatbot AI.

    Copilot di Telegram saat ini masih dalam tahap uji coba beta dan tersedia secara gratis untuk pengguna Telegram di mobile dan desktop.

    Pengguna bisa berinteraksi dengan Copilot melalui kolom chat, seperti mengobrol dengan manusia asli, dikutip dari TheVerge, Kamis (30/5/2024).

    Copilot di Telegram dapat diakses dengan menambahkan bot Microsoft dengan akun @CopilotOfficialBot.

    Hal ini menjadi salah satu amunisi Telegram untuk bersaing dengan WhatsApp. Baru-baru ini, Telegram mengumumkan akan segera menghimpun 1 miliar pengguna pada akhir 2024.

    Sebagai perbandingan, pengguna aktif WhatsApp lebih dari 2 miliar pada 2023 lalu. Pertumbuhan Telegram yang makin mendekati WhatsApp, menurut CEO Pavel Durov, dipicu beberapa faktor.

    Salah satunya, Telegram diklaim netral dan memiliki enkripsi yang kuat, serta tak akan mau ditekan oleh kepentingan politik manapun untuk melakukan sensor konten tertentu.

    Sebagai informasi, perusahaan AI berbondong-bondong memperluas akses chatbot-nya ke layanan pesan singkat. Misalnya saja Meta yang menanamkan Meta AI ke layanan Messenger, WhatsApp, dan Instagram.

    Pengguna juga bisa mengakses Gemini AI di dalam Google Messages pada HP Android.

    Untuk mengakses Copilot di Instagram, pertama-tama harus mencari akun bot tersebut. Lalu, pengguna akan ditanya apakah bersedia membagikan nomor telepon yang terdaftar di akun Telegram ke Microsoft.

    Dalam blognya, Microsoft mengatakan Copilot di Telegram bisa dipakai untuk menanyakan rekomendasi film untuk ditonton, mencari inspirasi olahraga rutin, hingga membantu pekerjaan coding, menerjemahkan obrolan, dan mencari fakta serta informasi tertentu di internet.



    Insight for you Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.