Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Aplikasi Bank Palsu Incar RI Lewat HP Android, Awas Download
    Insight News

    Aplikasi Bank Palsu Incar RI Lewat HP Android, Awas Download

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa8 Desember 2023Updated:9 Desember 2023Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Malware di perangkat Android bernama FjordPhantom baru ditemukan dan menyasar korban di beberapa negara, termasuk Indonesia.

    Malware ini menggunakan virtualisasi untuk menjalankan kode berbahaya dan mampu menghindari deteksi keamanan di sistem Android.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Analisis dari Promon, penemu FjordPhantom pertama kali, melaporkan bahwa malware saat ini menyebar melalui email, SMS, dan aplikasi perpesanan yang menargetkan aplikasi perbankan di Indonesia, Thailand, Vietnam, Singapura, dan Malaysia.

    Korban ditipu supaya mengunduh aplikasi perbankan yang terlihat sah namun berisi kode berbahaya yang berjalan virtual untuk menyerang aplikasi perbankan asli milik korban, demikian menurut laporan yang dikutip dari Beepingcomputer, Jumat (8/12/2023).

    FjordPhantom bertujuan mencuri kredensial rekening bank online dan memanipulasi transaksi dengan melakukan penipuan pada perangkat.

    Korban ditipu untuk mengunduh aplikasi perbankan yang terlihat sah namun berisi kode berbahaya yang berjalan di lingkungan virtual untuk menyerang aplikasi bank asli.

    Laporan Promon menyoroti kasus FjordPhantom yang mencuri US$280.000 dari satu korban. Ini bisa terjadi karena malware menggunakan skema rekayasa sosial, seperti panggilan yang diduga berasal dari agen layanan pelanggan bank.

    Virtualisasi sebagai penghindaran di Android

    Di Android, beberapa aplikasi dapat berjalan di tempat terisolasi yang dikenal sebagai “container” karena dianggap sebagai aplikasi yang sah.

    FjordPhantom menggabungkan solusi virtualisasi dari proyek sumber terbuka untuk membuat wadah virtual di perangkat tanpa sepengetahuan pengguna.

    Saat diluncurkan, malware tersebut menginstal APK aplikasi perbankan yang ingin diunduh pengguna dan mengeksekusi kode berbahaya dalam tempat yang sama, hingga menjadikannya bagian dari proses yang seolah asli.

    Dengan cara itu, FjordPhantom dapat memasukkan kodenya untuk mengaitkan API utama yang memungkinkannya menangkap kredensial, memanipulasi transaksi, mencegat informasi sensitif, dan lainnya.

    Di beberapa aplikasi, kerangka kerja malware juga memanipulasi elemen antarmuka pengguna agar secara otomatis menutup peringatan dan membuat korban tidak menyadari adanya penyusupan.

    Promon mencatat bahwa trik virtualisasi ini mematahkan konsep keamanan ‘Android Sandbox’, yang mencegah aplikasi mengakses data satu sama lain atau mengganggu operasinya, karena aplikasi di dalam container tersebut berbagi sandbox yang sama.

    Ini adalah serangan yang sangat licik karena aplikasi perbankan itu sendiri tidak dimodifikasi, sehingga deteksi gangguan kode tidak membantu menangkap ancaman tersebut.

    Selain itu, malware juga mengaitkan API yang terkait dengan Layanan Google Play, agar API tersebut tampak tidak tersedia di perangkat, FjordPhantom dapat menghambat pemeriksaan keamanan terkait root.

    Kaitan malware ini bahkan meluas hingga ke pencatatan log, sehingga berpotensi memberikan petunjuk kepada pengembang untuk melakukan serangan yang lebih bertarget pada aplikasi yang berbeda.

    Google pun memberi tanggapan mengenai ancaman malware FjordPhantom. Raksasa mengatakan pengguna dilindungi oleh Google Play Protect yang dapat memberi peringatan atau memblokir aplikasi yang menunjukan perilaku berbahaya di perangkat Android.

    “Pengguna dilindungi oleh Google Play Protect, yang dapat memperingatkan pengguna atau memblokir aplikasi yang diketahui menunjukkan perilaku berbahaya di perangkat Android dengan Layanan Google Play, meskipun aplikasi tersebut berasal dari sumber di luar Google Play,” kata juru bicara Google kepada Bleepingcomputer.



    Artikel Selanjutnya


    Awas Rekening Dibajak, Hapus 19 Aplikasi dari HP Android

    (fab/fab)


    Insight for you Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.