Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Apes, Bandar Kripto Dulu Berduit Rp 150 Triliun Sekarang Nol
    Insight News

    Apes, Bandar Kripto Dulu Berduit Rp 150 Triliun Sekarang Nol

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa22 Juli 2022Updated:24 Juli 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Nasib buruk menimpa raksasa hedge fund dunia Three Arrows Capital (3AC). Padahal dulu aset perusahaan mencapai US$10 miliar atau Rp 150 triliun.

    Selain karena harga kripto yang ambles, masalah 3AC juga karena strategi perdagangan yang berisiko serta kebijakan penghapusan aset bermasalah. Hal itula yang membuatnya tidak bisa membayar kembali kepada para lender atau pemberi pinjaman.

    Dengan pasar kripto yang menyusut lebih dari US$1 triliun sejak April lalu, dipimpin oleh penurunan Bitcoin dan Ethereum, investor dengan taruhan terkonsentrasi pada perusahaan seperti 3AC akan ikut menderita.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Masalah 3AC menyeret banyak pihak. Misalnya Blockchain.com, lembaga pertukaran kripto, memiliki pinjaman mencapai US$270 juta pada 3AC.

    Pialang aset digital, Voyager Digital disebutkan mengajukan perlindungan kebangkrutan Bab 11. Ini terjadi setelah 3AC tidak bisa membayar kembali dana US$670 juta kepada perusahaan itu.

    Pemberi pinjaman kripto di Amerika Serikat (AS), Genesis dan BlockFi, platform turunan kripto BitMEX, dan pertukaran kripto FTX, juga mengalami kerugian.

    “Kredit sedang dihancurkan dan ditarik, standar penjaminan diperketat, solvabilitas sedang diuji, jadi semua orang menarik likuiditas dari pemberi pinjaman kripto,” kata Nic Carter, direktur Castle Island Ventures, seperti dikutip dari CNBC International, Jumat (22/7/2022).

    Strategi yang dilakukan perusahaan berusia 10 tahun itu memang cukup berbahaya, karena meminjam uang dari banyak perusahaan dan menginvestasi pada proyek kripto lain. Ternyata kebanyakan masih baru dan belum teruji.

    “3AC seharusnya menjadi bijaksana dalam investasi kripto,” ungkap Nik Bhatia, seorang profesor keuangan dan ekonomi bisnis di University of Southern California.

    Nasib buruk 3AC juga diketahui terjadi setelah harga terraUSD (UST) runtuh pada bulan Mei. Kepada Wall Street Journal, 3AC mengatakan telah berinvestasi sebanyak US$200 juta pada stablecoin itu. Laporan industri lainnya mengatakan eksposur dana itu sekitar US$560 juta. Apa pun kerugiannya, investasi itu menjadi hampir tidak berharga ketika proyek stablecoin gagal.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Bandar Kripto Rp 150 T Hilang, Bagaimana Nasib Dana Investor?

    (npb)


    High Technology Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.