Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Apakah Ini Masa Berakhirnya Perang Diskon Startup?
    Insight News

    Apakah Ini Masa Berakhirnya Perang Diskon Startup?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa5 Agustus 2022Updated:5 Agustus 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Dengan adanya resesi global dan investor yang mulai selektif memberikan pendanaan, startup diminta untuk berhemat. Termasuk melakukan strategi bakar uang dengan lebih diatur.

    CEO BNI Modal Ventura, Eddi Danusaputro menjelaskan secara umum yang sering melakukan bakar uang adalah startup yang bergerak pada business to consummer (B2C). Perusahaan yang fokus melayani perusahaan yaitu business to business (B to B) tetap melakukannya tapi tidak agresif.

    Menurutnya semua menggunakan model dan mendapatkan pendapatan yang berbeda. Dengan catatan mendapatkan pendanaan agak sulit saat ini, mereka harus bisa mengaturnya,


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Jadi tetap bakar uang tapi lebih manageable. Di mana mendapatkan pendanaan itu enggak gampang jadi uang tuh harus dihemat, runway ygyang cukup 6 bulan harus dipanjangin sampai 1 tahun,” jelas Eddi dalam acara Profit CNBC Indonesia, Jumat (5/8/2022).

    Dia menjelaskan cara berhemat tersebut bisa dengan berbagai cara. Mulai dari mengurangi strategi bakar uang, mengurangi jumlah tim, hingga menunda peluncuran produk baru.

    “itu langkah-langkah efisiensi yang memang kita enggak suka tapi harus dilakukan dan kita sebagai investor apresiasi juga ada yang melakukan memperpanjang napas mereka,” kata dia.

    Sementara itu, Founding Partner AC Venture, Pandu Sjahrir mengatakan jika startup sudah level seri B atau C dengan product market fit sudah jelas harusnya mengganti tantangannya. Yakni meyakinkan pengguna mau menggunakan produk atau service yang ditawarkan.

    Hal tersebut dia pesankan juga kepada perusahaan-perusahaan yang diberi investasi. Mereka harus mencari cara untuk menghargai produk yang dibuat dan mendapatkan bayaran atas layanan itu.

    “Pada akhirnya mungkin karena Covid-19 juga orang sudah sehari-hari menggunakan jasa teknologi untuk their daily live. Menurut saya sih suatu yang lumrah dan itu ingin bahwa profitabilitas bisa dicapai lebih cepat lagi jadi tidak berbeda dengan tempat lain,” ungkap Pandu.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Sulit Dapat Dana Investor, Bagaimana Masa Depan Startup RI?


    High Technology Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.