Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Apakah Batuk Akibat Long Covid-19 Menular? Ini Penjelasannya
    Insight News

    Apakah Batuk Akibat Long Covid-19 Menular? Ini Penjelasannya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa17 Maret 2022Updated:20 Maret 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Usai positif Covid-19, sejumlah orang melaporkan beberapa efek yang berlangsung cukup lama atau disebut sebagai Long Covid-19. Gejalanya cukup beragam, salah satunya adalah pasien mengalami batuk.

    Lalu apakah gejala tersebut masih bisa menularkan? Menurut Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito beberapa waktu lalu, penderita Long Covid in tidak akan menularkan gejala maupun virus pada sekitarnya.

    “Harap dijadikan catatan bahwa mereka yang menderita long Covid-19, tidak akan menularkan gejala yang sama ataupun virus kepada mereka yang berada di sekitarnya,” kata Wiku, dikutip dari laman Covid19, Kamis (17/3/2022).

    Selain batuk, pasien Long Covid juga mengalami beberapa gejala berkepanjangan. Center for Disease and Prevention (CDC) Amerika Serikat mencatat mulai dari kelelahan, sulit bernafas, sakit persendian, dan sakit dada.

    Selain itu ada juga gejala lain seperti kesulitan berpikir dan berkonsentrasi (brain fog), depresi, sakit pada otot, sakit kepala, demam, serta jantung berdebar.

    Ada juga temuan komplikasi medis meski jarang terjadi dan bisa menjadi masalah kesehatan berkepanjangan. Misalnya jantung, pembengkakan otot jantung, pernafasan yang menyebabkan masalah fungsi paru-paru, kerusakan ginjal akut, gatal-gatal dan rambut rontok, masalah indera penciuman dan perasa.

    Sementara itu National Institute for Health and Care Excellence (NICE) mendefinisikan Long Covid sebagai gejala yang berlangsung kurang lebih 8-12 minggu setelah dinyatakan sembuh atau negatif corona.

    Profesor King’s College London, Tom Spector mengatakan hal ini juga bisa membuat pasien tidak dapat kembali ke performa sebelumnya. “Mereka mungkin bisa kembali bekerja, tetapi tidak bisa kembali ke performa terbaiknya,” ujarnya dikutip Express.

    [Dexpert.co.id]

    (npb/roy)


    Innovation Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.