Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Angkat Telepon 14 Detik Rp 3,5 M Raib, Ini Penjelasan Ahli
    Insight News

    Angkat Telepon 14 Detik Rp 3,5 M Raib, Ini Penjelasan Ahli

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa7 Maret 2023Updated:7 Maret 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Hati-hati dalam mengangkat telepon dari orang tak dikenal. Sebab hanya beberapa detik saja Anda bisa kehilangan uang miliaran.

    Ini terjadi pada seorang pengusaha bernama Lee (39), yang mengaku kena tipu hingga uang di rekening banknya senilai Rp 3,5 miliar raib.

    Awalnya,Lee mendapatkan panggilan telepon anonim dari Pos Laju yang meminta kode OTP banknya. Tak lama dia menutup teleponnya karena merasa panggilan itu tidak beres.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Setelah itu, Lee mengecek rekening bank Mayabank miliknya. Ternyata sudah ada transaksi pengiriman uang dua kali masing-masing RM 500 ribu (sekitar Rp 1,7 miliar) ke rekening yang tidak dia kenal.

    “Dia hanya menjawab panggilan telepon [selama 14 detik] namun RM 1 juta di rekening banknya benar-benar dicuri darinya,” jelas Michael Kong, Asisten Khusus Ketua DAP (Partai Aksi Demokratik) Sarawak, dikutip dari News Sarawak Tribune, Selasa (7/3/2023).

    Mengenai kejadian ini, pakar menyatakan nasabah yang terkena kasus ini tidak bisa melakukan apa-apa.

    Alfons Tanujaya, pakar keamanan siber dari Vaksincom, mengatakan melihat kasusnya bisa saja ada celah dalam sistem pengamanan bank. Sebab tak ada pencurian OTP dari nasabah saat itu.

    “Kalau melihat kasusnya ini adalah celah dalam sistem pengamanan bank,” kata Alfons kepada CNBC Indonesia. “Karena tidak ada pencurian OTP tidak ada informasi transaksi ke nasabah”.

    Dia juga menambahkan kemungkinan lain celah yang dimasuki oleh pelaku. “Bisa saja man in the middle attack yang memanfaatkan kelemahan yg mengambil alih nomor ponsel korban,” ujarnya.

    Namun Alfons mengatakan perlu menunggu investasi dan penjelasan dari pihak bank. Yakni terkait bagaimana masalah tersebut bisa terjadi.

    Saat ditanya apa yang bisa dilakukan nasabah untuk mencegah hal tersebut, Alfons mengatakan mereka tak bisa melakukan apapun. Pasalnya kelemahan dalam kasus ini berasal dari sistem bank dan komunikasi provider.

    “Kalau dalam kasus ini nasabahnya tidak bisa melakukan apapun karena ini adalah kelemahan dalam sistem bank dan sistem komunikasi provider,” ungkap Alfons.



    Smart your life Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.