Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Anak Raja Salman Tebar Duit Gila-gilaan Buat Video Game
    Insight News

    Anak Raja Salman Tebar Duit Gila-gilaan Buat Video Game

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa5 Desember 2023Updated:5 Desember 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Arab Saudi tengah membidik pasar game untuk dikembangkan di dalam negeri. Ini dilakukan dengan melakukan investasi dalam ekosistem game.

    Kerajaan melalui Savvy Games Group yang didanai PIF mengakuisisi pengembang seluler bernama Scopely senilai US$4,9 miliar. Selain itu juga ada organisasi eSport ESL dan Faceit sebesar US$1,5 miliar.

    Arab Saudi juga menyiapkan US$13 miliar. Uang tersebut digunakan untuk akuisisi dan pengembangan penerbit game terkemuka.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    CEO Savvy Brian Ward mengatakan Arab Saudi ingin menjadi semacam ‘pembangkit listrik’ untuk game. Jadi akan mengubah kerajaan menjadi pusat pengembangan industri, dikutip dari The Verge, Senin (4/12/2023).

    Bahkan, The Verge menuliskan membuat Putra Mahkota Mohammed bin SalmanĀ berambisi menjadikan Arab Saudi gamer terdepan, kuat, dan diakui di seluruh dunia.

    Investasi di dunia game mengikuti hal serupa yang dilakukan Arab Saudi pada industri lainnya. Mulai dari golf, sepak bola, hingga perfilman.

    Profesor olah raga dan ekonomi geopolitik di Skema Business School di Paris, Simon Chandwick mengatakan investasi di video game dan industri lain terkaitĀ masalah keamanan. Salah satunya terkait ekonomi, di mana Arab Saudi bergantung pada minyak dan gas serta butuh diversifikasi industri.

    Selain itu juga ada masalah politik. Populasi pemudanya, di mana 70% penduduk berusia 35 tahun, rentan pada radikalisme agama dan politik.

    “Pada dasarnya, Mohammed bin Salman menegosiasikan kontrak sosial baru di Arab Saudi. Yakni akan memenuhi tuntutan apapun yang dimiliki,” jelasnya.

    Chandwick juga menyebut video game dapat membuka peluang mempertahankan kekuasaan secara internasional. Jadi dapat sebagai jaringan strategi dan diplomasi bagi negara tersebut.


    Artikel Selanjutnya


    Sony Siapkan Rp 3,3 Triliun Cari Pengganti PlayStation


    Smart your life Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.