Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Anak di Amerika Bisa Vaksin Booster, di Indonesia Bagaimana?
    Insight News

    Anak di Amerika Bisa Vaksin Booster, di Indonesia Bagaimana?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa21 Mei 2022Updated:21 Mei 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Anak berusia 5-11 tahun di Amerika Serikat (AS) sudah diperbolehkan mendapatkan vaksin booster Covid-19. Bagaimana di Indonesia?

    Sebagai informasi, di Indonesia baru anak-anak 6 tahun ke atas yang diperbolehkan mendapatkan vaksin Covid-19. Namun untuk booster hingga saat ini belum ada.

    Di Indonesia, dosis ketiga baru diberikan hanya untuk masyarakat dewasa berusia 18 tahun ke atas.

    Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Mohammad Syahril mengatakan untuk booster harus menjalankan uji klinis. Selain itu jenis vaksin yang digunakan juga melalui persetujuan Badan POM dan ITAGI atau Indonesian Technical Advisory Group on Immunization.

    “Kebijakan vaksinasi Covid-19 di Indonesia untuk anak 6-11 thn dosis 1 dan 2 . Adapun bila kita akan lakukan booster harus ada uji klinis, persetujuan ITAGI dan BPOM untuk jenis vaksin yang akan digunakan,” ujar Syahril kepada CNBC Indonesia, Jumat (20/5/2022).

    Vaksin booster untuk anak 5-11 tahun menggunakan vaksin Pfizer. Dosis ketiga itu boleh diberikan pada mereka setelah lima bulan mendapatkan dua dosis pertamanya, dikutip dari CNBC Internasional.

    Kepala Food and Drug Administration (FDA), Peter Marks mengatakan menurut data perlindungan dua dosis mengalami penurunan. Untuk itu dosis ketiga diperlukan sebagai cara meningkatkan perlindungan untuk anak-anak.

    Dosis ketiga boleh dilakukan setelah menganalisis data dari uji coba Pfizer yang masih berlangsung. Penelitian menggunakan 67 anak dengan kelompok usia tersebut.

    Tidak ada masalah keselamatan baru pada dosis booster ini, ungkap FDA. Efek samping yang dihasilkan pun tergolong ringan dan seperti orang lain mendapatkan dosis ketiga, dari pembengkakan di tempat suntikan, kelelahan, sakit kepala, nyeri otot atau sendiri, kedinginan dan demam.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Anggota DPR Minta Disuntik Vaksin Booster ke Menkes

    (npb)


    High Technology Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.