Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Portofolio
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Anak Bertubuh Pendek Itu Sudah Pasti Stunting?
    Inspiring You

    Anak Bertubuh Pendek Itu Sudah Pasti Stunting?

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman15 Maret 2023Updated:15 Maret 2023Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Masalah stunting kini menjadi hal yang sangat dikhawatirkan oleh para orang tua. Sebab, ini merupakan salah satu masalah kesehatan yang kerap disamakan dengan gizi buruk.

    Stunting adalah kondisi serius pada anak yang ditandai dengan tinggi badan anak di bawah rata-rata atau anak sangat pendek serta tubuhnya tidak bertumbuh dan berkembang dengan baik sesuai usianya dan berlangsung dalam waktu lama.

    Spesialis Kesehatan Anak Divisi Endokrinologi, dr Ghaisani Fadiana. Sp.A (K) mengatakan bahwa anak pendek belum tentu stunting. Sebab, ada anak yang tampak pendek lantaran memang berperawakan pendek dan ada anak yang pendek lantaran memang mengalami stunting.

    “Pertama kita perlu tahu dulu perawakan pendek. Jadi perawakan pendek itu adalah jika tinggi badan anak di bawah persentil 3 atau kurang dari minus 2 standar deviasi kurva pertumbuhan berdasarkan usia dan jenis kelamin. Sedangkan stunting itu adalah pendek tubuh yang disebabkan karena kurangnya nutrisi, penyakit atau infeksi kronis yang berlangsung lama,” kata dr Ghiani seperti dikutip dari akun Youtube Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr.Cipto Mangunkusumo, kemarin.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa gangguan tumbuh kembang anak biasanya disebabakan oleh gizi buruk (malnutrisi), infeksi berulang, dan stimulasi atau perawatan psikososial yang tidak memadai pada anak dari 1.000 hari pertama sejak pembuahan sampai usia dua tahun.

    Masalah stunting atau anak yang kerdil tentu akan berdampak buruk bagi kehidupan anak, termasuk gangguan sistem kekebalan tubuh, gagal tumbuh, masalah fungsi otak dan perkembangan organ, rentan infeksi, gangguan fisik dan mental, serta mengancam produktivitas dan fungsi hidup di masa depan.

    Tanda dan gejala perawakan anak pendek yakni tinggi dan berat badan lebih kecil tidak sesuai target, anak rentan mengalami gangguan pada tulang mengalami gangguan tumbuh kembang, rentan mengalami gangguan kesehatan, tidak aktif, dan terlihat lemas terus menerus.

    Cara mencegah perawakan pendek atau stunting

    1. Penuhi Kebutuhan Nutrisi

    Pastikan ibu memenuhi kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan oleh anak. Memenuhi kebutuhan nutrisi anak sudah harus dilakukan sejak anak di dalam kandungan.

    Lakukan pola makan sehat selama ibu menjalani kehamilan dan hindari kebiasaan merokok atau mengonsumsi alkohol agar kesehatan bayi dalam kandungan tetap terjaga dengan baik.

    Ibu hamil perlu mengonsumsi makanan dan minuman yang kaya vitamin dan mineral, yakni zat besi, asam folat, kolin, magnesium, yodium, zinc, vitamin A, vitamin B, dan vitamin D.

    2. Selalu menjaga kebersihan

    Selain memenuhi nutrisi, pastikan ibu menjaga kebersihan lingkungan bermain dan tinggal anak. Jangan lupa mengajarkan anak untuk selalu menjaga kebersihan tangan dengan mencuci tangan.

    3. Pantau pertumbuhan buah hati

    Jangan lupa untuk memantau pertumbuhan buah hati secara berkala dan pastikan asupan nutrisi harus tercukupi mulai dari makronutrien (karbohidrat, protein dan lemak) hingga mikronutrien (zat besi, seng, vitamin dan kalsium).


    Artikel Selanjutnya


    Sedih, Anak di 5 Provinsi Ini Paling Banyak Alami Stunting

    (Sumber: CNBC.com )


    Never Give Up Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    Video: Jurus Fintech Tekan Angka Kredit Macet

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.