Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Anak-anak Israel Nyanyikan Lagu Dukung Genosida di Palestina
    Inspiring You

    Anak-anak Israel Nyanyikan Lagu Dukung Genosida di Palestina

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman23 November 2023Updated:23 November 2023Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Warganet dunia kembali dihebohkan oleh aksi anak-anak Israel yang menyanyikan lagu seruan pemusnahan dan penjajahan di Gaza, Palestina. Kali ini ,lagu tersebut dinyanyikan oleh anak-anak. Melansir dari Al Jazeera, sejumlah anak yang didominasi oleh perempuan menyanyikan lagu dengan lirik seruan untuk menghabiskan semua orang yang berada di Palestina.

    “Dalam satu tahun lagi, tidak akan ada apapun di sana dan kami akan kembali ke rumah kami dengan selamat,” bunyi salah satu bait lagu tersebut, dikutip Kamis (23/11/2023).

    “Dalam setahun, kami akan melenyapkan mereka semua dan kami akan merebut kembali tanah kami,” lanjut lirik lagu tersebut.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Menurut laporan yang sama, video nyanyian itu diunggah pada Minggu (19/11/2023) lalu oleh lembaga penyiaran milik Israel, Kan. Namun, video tersebut kini telah dihapus.

    “Bom pesawat, hancur, hancur. Lihat, IDF (Israel Defense Forces/Pasukan Pertahanan Israel) sudah melewati batas,” bunyi lirik lagu selanjutnya.

    Video yang menampilkan anak-anak berdiri di latar belakang bendera Israel dan disisipkan rekaman penghancuran Gaza itu pun langsung menuai kecaman warganet. Bahkan, tidak sedikit orang berbahasa Ibrani yang turut mengecam video tersebut.

    “Eksploitasi terhadap anak-anak dan mungkin juga orang tua mereka, yakni tanpa membiarkan mereka memahami arti kata-kata tersebut: Kami akan melenyapkan mereka semua,” tulis warganet X (sebelumnya Twitter), @jkKhEfN1Olo6W.

    “Menjijikkan. Kami tidak akan membiarkan Anda mengubah anak-anak di Israel menjadi monster,” tulis warganet @nako2604.

    Selain itu, tidak sedikit pula warganet yang merespons video tersebut dengan rekaman anak-anak Gaza yang menyanyikan lagu tentang serangan Israel.

    “Oh Dunia.. Tanahku habis terbakar. Kebebasan tanah saya dicuri,” bunyi bait lagu yang dinyanyikan anak-anak Gaza.

    “Tanah saya berukuran kecil, seperti saya yang kecil. Berilah kami kedamaian, berikan kami masa kecil (yang indah),” lanjut lirik tersebut.

    Sebelumnya, penyanyi asal Israel, Narkis, mendapat kecaman serupa dari warganet setelah menyanyikan lagu yang menyerukan pemusnahan dan penjajahan di Gaza bersama tentara pendudukan Israel.

    Dalam video tersebut, penyanyi berusia 42 tahun yang menggunakan pakaian putih, jaket jeans, dan rok hitam itu menyanyikan bait lagu dengan lirik seruan musnahkan Gaza.

    “Kami akan menyelesaikan Gaza. Kami akan kembali ke Gush Katif (permukiman Israel di Jalur Gaza). Kami adalah cahaya bagi orang-orang non-Yahudi,” ujar Narkis dalam nyanyiannya.

    “Ayayayayay ya, ya, ya,” senandung Narkis dan para tentara Israel.

    Update Jumlah Korban Israel vs Hamas

    Berdasarkan data terbaru Kementerian Kesehatan Palestina dan Perhimpunan Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS), setidaknya ada 13.300 korban tewas, termasuk 5.600 anak-anak dan 3.550 perempuan di Gaza.

    Sementara itu, sebanyak 30.000 rakyat Gaza dilaporkan luka-luka dengan sekitar 75 persen diantaranya adalah anak-anak dan perempuan. Setidaknya 6.000 warga dilaporkan hilang di Gaza.

    Sementara itu, 217 orang di Tepi Barat dilaporkan tewas dan lebih dari 2.750 lainnya luka-luka.

    Para pejabat di Israel merevisi jumlah korban tewas, yakni dari 1.405 menjadi sekitar 1.200 orang, sementara 5.600 orang lainnya luka-luka.

    Setidaknya, total 50 jurnalis telah terbunuh sejak perang Israel vs Hamas dimulai pada 7 Oktober lalu. Menurut Komite Perlindungan Jurnalis (CPJ) dan Federasi Jurnalis Internasional (IFJ), sebanyak 43 jurnalis Palestina, empat jurnalis Israel dan tiga jurnalis Lebanon telah terbunuh.



    Artikel Selanjutnya


    Ini Nilai Kerugian yang Dialami Israel karena Gerakan Boikot

    (hsy/hsy)


    Innovation Never Give Up
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.