Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Amerika Lawan ‘Kiamat Uang Kertas’, Ini Alasannya
    Insight News

    Amerika Lawan ‘Kiamat Uang Kertas’, Ini Alasannya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa30 Agustus 2023Updated:30 Agustus 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Amerika Serikat (AS) melawan ‘kiamat’ uang kertas dengan melarang sejumlah toko hanya menerima pembayaran nontunai (cashless).

    Menurut pemerintahan Joe Biden, sistem pembayaran cashless dinilai hanya diperuntukkan untuk orang kaya saja.

    Terbaru, seorang pejabat kota Los Angeles Amerika Serikat bernama Heather Hutt meminta pemerintah setempat menetapkan larangan pada pembayaran nontunai eksklusif. Menurutnya, bisnis itu menjadikan perekonomian kota jadi tidak bisa diakses semua orang.

    “Bisnis tanpa uang tunai menciptakan perekonomian di kota kita yang tidak inklusif dan mudah diakses untuk semua orang,” jelas Hutt dalam keterangannya, dikutip dari Business Insider, Rabu (30/8/2023).

    Menurut catatan Insider, bisnis di wilayah Los Angeles banyak yang memiliki pembayaran nontunai. Pilihan membayar dengan kartu kredit atau pembayaran digital dalam aplikasi dinilai lebih efisien dan aman.

    Langkah tersebut, dinilai Hutt sangat diskriminatif. Dia mengatakan nontunai mengecualikan masyarakat berpenghasilan rendah dan tidak memiliki kartu kredit. Kelompok orang tersebut masih membutuhkan uang tunai dalam kehidupan sehari-harinya.

    Hutt meminta untuk kejaksaan kota setempat menyusun aturan larangan bisnis tanpa uang tunai. Menurutnya, harus dipastikan sistem pembayaran bisa menciptakan keadilan yang sama bagi tiap masyarakat.

    “Sebagai kota yang berjanji menjadi tempat yang aman dan adil untuk semua orang, kita harus proaktif dalam memastikan semua sistem kita menciptakan keadilan dan kesetaraan bagi setiap individu,” kata dia.

    Beberapa kota besar telah lebih dulu menetapkan larangan bagi pedagang hanya menerima pembayaran nontunai. New York dan Philadelphia jadi beberapa kota yang melakukan hal tersebut.

    Begitu juga San Francisco yang menerapkannya pada 2019 lalu. Alasannya pun hampir sama seperti yang diungkapkan Hutt, yakni keadilan untuk semua masyarakat.

    “Ini soal keadilan. Tidak semua orang punya kartu kredit atau kartu ATM, dan masyarakat butuh layanan penting,” kata Kepala Departemen San Fransisco Bill Scott pada Mei 2020.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT



    Artikel Selanjutnya


    Biden Bakar Duit Rp 2 T Demi Teknologi Pembunuh Manusia

    (fab/fab)


    Innovation Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.