Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Amerika Ketar-ketir Tahu Elon Musk Kuasai Satelit
    Insight News

    Amerika Ketar-ketir Tahu Elon Musk Kuasai Satelit

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa12 September 2024Updated:12 September 2024Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Pemerintah Amerika Serikat (AS) khawatir dengan dominasi konstelasi satelit Starlink milik SpaceX di orbit Bumi. Perusahaan milik Elon Musk tersebut baru saja meluncurkan satelit ke-7000 ke antariksa dan menguasai hampir 2/3 satelit aktif saat ini.

    Kepala Komisi Komunikasi Federal (FCC) Jessica Rosenworcel mengatakan pihaknya ingin melihat kompetisi yang lebih banyak untuk Starlink.

    “Starlink memiliki hampi 2/3 satelit di luar angkasa saat ini yang memiliki trafik internet sangat tinggi,” kata Rosenworcel, dikutip dari Reuters, Kamis (12/9/2024).

    “Ekonomi kita tak akan diuntungkan dari monopoli. Jadi, kami mengundang lebih banyak pelaku luar angkasa, lebih banyak perusahaan yang bisa mengembangkan konstelasi dan inovasi di antariksa,” ia menambahkan.

    Awal bulan ini, Musk mengatakan sistem internet berkecepatan tinggi Starlink akan mencakup seluruh planet dalam waktu dekat.

    “Internet Starlink kemungkinan akan menyediakan lebih dari 90% trafik internet berbasis luar angkasa pada tahun depan,” kata Musk melalui tweet di akun X personalnya.

    Rosenworcel mengatakan semua pasar komunikasi yang memiliki kompetisi kuat akan mendatangkan manfaat. Misalnya dari sisi harga yang lebih murah dan inovasi lebih solutif.

    Ia menambahkan FCC akan berupaya membantu pemain baru untuk memahami proses lisensi untuk terjun ke bisnis satelit luar angkasa.

    “Penjangkauan benar-benar menjadi bagian dari upaya berkelanjutan kami di sini, karena kami tahu akan ada banyak pemain baru dalam perekonomian luar angkasa,” ia menuturkan.

    Dikutip dari The Independent, konstelasi satelit internet yang dibangun dan dioperasikan SpaceX melalui Starlink telah bertumbuh rata-rata tiga satelit per hari sejak pertama kali meluncur pada 2019 silam.

    Data terbaru dari tracker satelit non-profit CelesTrak menunjukkan SpaceX memiliki 6.370 satelit Starlink aktif di orbit rendah Bumi (LEO). Ratusan lainnya terpantau tak aktif atau tak berada dalam orbit.

    Peningkatan jumlah satelit Starlink milik Musk bertambah tiga kali lipat hanya dalam kurun waktu 3 tahun. Saat ini, kontribusinya sebesar 62% dari keseluruhan satelit yang beroperasi di antariksa atau 10 kali lebih banyak ketimbang pesaing utama Starlink, yakni OneWeb asal Inggris.

    SpaceX berencana meluncurkan 42.000 satelit untuk merampungkan konstelasi Starlink. Satelit itu diklaim mampu menyediakan internet berkecepatan tinggi dan konektivitas ponsel di berbagai penjuru dunia.

    Saat ini Starlink sudah beroperasi di 102 negara termasuk Indonesia. Penggunanya sudah lebih dari 3 juta.

    Starlink berencana meluncurkan layanannya ke lebih banyak negara. Hanya beberapa yang tak masuk dalam daftar, yakni Afghanistan, China, Iran, Korea Utara, Rusia, dan Suriah.

    Masyarakat di negara-negara tersebut masih bisa mengakses internet Starlink dengan peralatan yang diimpor secara ilegal. Salah satunya kelompok aktivis Iran yang dilaporkan menyelundupkan puluhan perangkat Starlink ke negaranya pada 2022 lalu.

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video:Dijemput Luhut Disambut Jokowi, Elon Musk Cuma Bawa Rp30 M ke RI





    Next Article



    Video: Jokowi dan Elon Musk Bakal Resmikan Peluncuran Starlink di Bali



    Innovation Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.