Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Amerika Kekurangan Duit Buat Bunuh Teknologi China
    Insight News

    Amerika Kekurangan Duit Buat Bunuh Teknologi China

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa5 Desember 2023Updated:5 Desember 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Kompetisi antara Amerika Serikat (AS) dan China untuk mendominasi industri teknologi makin sengit. Pemerintahan Joe Biden sebelumnya telah mengeluarkan kebijakan untuk memblokir akses komponen dan alat manufaktir chip canggih ke AS.

    Lebih lanjut, AS juga melarang produsen semikonduktor untuk menjual chip AI ke China. Bahkan, AS mengajak negara sekutu seperti Jepang dan Belanda untuk memberlakukan kebijakan serupa.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Terbaru, Menteri Perdagangan (Mendag) AS Gina Raimondo terang-terangan mengatakan butuh anggaran lebih untuk menggagalkan kemajuan China di sektor semikonduktor.

    Raimondo mengatakan AS tak bisa membiarkan China mendapatkan akses ke chip AI secara total. Selain itu, Raimondo mendesak Kongres memberikan dukungan keuangan yang diperlukan untuk meningkatkan kontrol ekspor.

    Pernyataan tegas Raimondo tersebut mengindikasikan bahwa AS butuh pendanaan lebih dalam menjaga keamanan nasional, mengingat pengaruh China makin besar.

    Dalam permohonan yang ditujukan kepada Kongres, Raimondo mengungkapkan rasa frustrasinya terhadap alokasi anggaran saat ini sebesar $200 juta, dikutip dari CoinMarketCap, Selasa (5/12/2023).

    Raimondo menyamakan biaya tersebut hanya bisa untuk membeli beberapa jet tempur. Padahal, ia menggarisbawahi bahwa situasi saat ini genting.

    Ia meminta Kongres untuk mendanai operasi pemblokiran chip secara memadai. Ia menekankan bahwa perjuangan untuk mempertahankan supremasi teknologi memerlukan dukungan finansial yang besar.

    Raimondo meminta perusahaan-perusahaan AS untuk beradaptasi dan mendukung prioritas yang ingin dicapai oleh pemerintah. Ia meminta perusahaan AS benar-benar mematuhi aturan pelarangan ekspor chip ke China.

    Dalam suratnya ke CEO perusahaan chip AS, Raimondo mengakui bahwa kebijakan pemblokiran ke China akan berdampak pada pendapatan bisnis. Namun, ia kembali menyebut bahwa keamanan nasional lebih penting dari segalanya.

    Ia secara spesifik mengkritik Nvidia, raksasa chip asal AS yang merancang chip khusus untuk pasar China. Menurut Raimondo, langkah mengelabui regulasi AS yang dapat membuat China mengakses chip canggih akan ditindak secara tegas.



    Artikel Selanjutnya


    Joe Biden Ngegas, Blokir Total ke China Dipercepat

    (fab/fab)


    Hitech for better life Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.