Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Ambisi China ‘Super Niat’ untuk Hancurkan Bitcoin Cs
    Insight News

    Ambisi China ‘Super Niat’ untuk Hancurkan Bitcoin Cs

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa23 November 2021Updated:23 November 2021Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – Pemerintah China ingin mematikan aktivitas yang berkaitan dengan cryptocurrency atau uang kripto di China. Berbagai aksi keras pun dilakukan.

    Manuver terbarunya adalah membekukan sejumlah outlet berita yang berfokus pada pemberitaan soal uang kripto seperti Bitcoin dan Ethereum. Chainnews mengatakan pada Senin (15/11/2021), situs webnya akan menangguhkan layanan dalam delapan hingga 10 jam. Alasannya untuk peningkatan pemeliharaan.

    Namun dilaporkan South China Morning Post beberapa hari setelahnya situs itu masih tidak aktif dari dalam maupun luar China, dikutip Selasa (23/11/2021).

    Nasib serupa dialami juga oleh Odaily. Situs itu menginformasikan mengenai cryptocurrency dan token yang dilaporkan telah offline selama beberapa hari. Sebelumnya pada Juni, akses ke sejumlah akun yang berkaitan dengan cryptocurrency diblokir. Bahkan pemerintah China melabeli tiap akun itu ‘melanggar hukum dan aturan’.

    Langkah lainnya, mematikan semua aktivitas penambangan Bitcoin dan sejenisnya. Juru Bicara National Development and Reform Commission (NDRC) Meng Wei mengatakan pihaknya akan meluncurkan tindakan keras “skala penuh” pada penambangan cryptocurrency dengan berfokus pada penambangan komersial dan peran perusahaan milik negara dalam industri.

    Meng Wei menyebut penambangan uang kripto sebagai aktivitas “memakan banyak energi” dan memproduksi banyak emisi karbon”. Praktik ini mengancam rencana China untuk mengurangi emisi karbon.

    Meng Wei juga menyebut produksi dan perdagangan kripto menghasilkan “risiko yang besar” dan menyebut industri kripto sebagai “buta dan tak teratur”, seperti dikutip dari CNNInternational.

    Sebagai bagian tindakan tegas, NDRC bakal menaikkan tarif listrik untuk institusi mana pun yang ditemukan menyalahgunakan akses ke listrik bersubsidi untuk berpartisipasi dalam penambangan kripto. China diketahui memberikan subsidi tarif listrik pada sekolah, pusat komunitas atau lembaga kesejahteraan masyarakat lainnya.

    Tahun ini China memang mengambil tindakan tegas pada cryptocurrency. Pada Mei lalu China melarang lembaga keuangan dan fintech memfasilitasi transaksi cryptocurrency apapun.

    Bank Sentral China pun mengancam akan memberikan sanksi tegas bagi platform penukaran kripto yang memafasilitas transaksi warga China. Bank Sentral China menyebut kegiatan itu ilegal.

    Selain mengancam rencana pemerintah mengurangi emisi karbon, China menganggap cryptocurrency mengandung risiko keuangan besar dan sebagai cara warga menghindari kontrol pemerintah yang ketat atas modal.

    Pembatasan mata uang terdesentralisasi seperti bitcoin juga muncul saat pemerintah meluncurkan versi digital yuan, yang akan memungkinkan bank sentral China melakukan kontrol lebih besar atas aliran dan pertukaran uang.

    [Dexpert.co.id]

    (npb/roy)



    Smart your life Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.