Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Alibaba Suntik Lazada Rp5,5 Triliun, Bakal Perang Diskon?
    Insight News

    Alibaba Suntik Lazada Rp5,5 Triliun, Bakal Perang Diskon?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa10 Mei 2022Updated:10 Mei 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Lazada baru saja mendapatkan dana dari Alibaba. DealStreetAsia melaporkan besaran suntikan yang diterima adalah US$378,5 juta atau Rp 5,5 triliun.

    Namun, Forbes menuliskan Lazada tidak menanggapi permintaan komentar atas laporan injeksi dari penerbitan saham baru, dikutip Selasa (10/5/2022).

    Alibaba, raksasa e-commerce China yang didirikan oleh Jack Ma, kini adalah pemegang saham utama di Lazada, startup e-commerce yang didirikan di Singapura. Pada 2016, Alibaba mengakuisisi 51% saham Lazada senilai US$1 miliar (Rp 14,5 triliun), lalu meningkatkan kepemilikannya menjadi 83% dengan menginvestasikan US$1 miliar lagi.

    Alibaba memiliki tujuan meningkatkan GMV Lazada menjadi US$100 miliar (Rp 1.454 triliun), selain juga menambah jumlah pelanggan menjadi 300 juta pengguna tahun 2030 mendatang.

    Sebagai informasi, Lazada mencatat GMV sebesar US$21 miliar (Rp 305 triliun) dengan 159 juta pengguna dalam hingga September 2021. Capaian itu tertinggal dari saingannya Shopee dengan US$62,5 miliar (Rp 908,7 triliun) tahun lalu.

    Alibaba juga berencana memperluas pasar Lazada ke wilayah Eropa. Reuters melaporkan ini karena untuk diversifikasi pertumbuhan akibat persaingan memanas di China.

    Melalui AliExpress, Alibaba telah hadir di Eropa. Layanan itu melakukan penjualan lintas batas dari China. Sejauh ini, Lazada telah beroperasi di enam negara di Asia Tenggara termasuk di Singapura, lokasi kantor barunya dan di Indonesia.

    Jumlah tersebut masih kalah dari Shopee dengan 13 negara termasuk Polandia, Brasil, dan Spanyol. Shopee sempat beroperasi di Prancis, tetapi akhirnya ditutup hanya satu bulan setelah dibuka. Shopee baru-baru ini juga mengurungkan niatnya untuk ekspansi ke India.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Xi Jinping Kembali Bikin Alibaba & Tencent Cs Ketar-ketir

    (npb)


    High Technology Innovation
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.