Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Alibaba Sengsara Ditinggal Jack Ma, Ini Kasus Terbarunya
    Insight News

    Alibaba Sengsara Ditinggal Jack Ma, Ini Kasus Terbarunya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa28 Oktober 2024Updated:28 Oktober 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Alibaba kian sengsara setelah ditinggal pendirinya Jack Ma. Terbaru, raksasa e-commerce asal China baru saja terkena masalah gugatan class action.

    Gugatan class action di Amerika Serikat (AS) itu terkait tuduhan praktik monopoli. Alibaba setuju membayar US$433,5 juta (Rp 6,8 triliun) untuk menyelesaikan gugatan, dikutip dari Reuters, Senin (28/10/2024).

    Meski setuju membayar, Alibaba membantah melakukan kesalahan seperti yang dituduhkan. Menurut perusahaan, pembayaran denda dilakukan untuk menghindari biaya serta gangguan dari litigasi lanjutan.

    Kasus akan terus bertambah mahal jika terus dilanjutkan. Menurut perhitungan pengacara penggugat, jumlahnya mencapai US$11,63 miliar (Rp 182,9 triliun)

    Terkait keputusan pembayaran itu, pengacara menyebutnya sebagai hasil yang luar biasa. Nilai yang dihasilkan jauh melampaui pemulihan rata-rata dalam gugatan class action dengan kerugian investor lebih dari US$10 miliar (Rp 157 triliun).

    Jack Ma telah keluar dari Alibaba sejak empat tahun lalu. Penggantinya, Daniel Zhang juga akhirnya mundur dari kursi CEO dan Chairman.

    Kemudian Zhang juga melepas posisinya di divisi cloud, tiga bulan kemudian. Posisi itu kemudian diisi oleh Eddie Yongming Wu yang juga menjadi CEO Alibaba.

    Alibaba sempat mengumumkan untuk memisahkan bisnis cloud. Namun akhirnya dibatalkan setelah enam bulan.

    Alasan pembatalan tersebut karena pembatasan ekspor dari pemerintah Amerika Serikat (AS) yang belum pasti terkait chip untuk aplikasi Artificial Intelligence (AI).

    Di saat bersamaan, Alibaba juga terus menghadapi persaingan ketat dengan e-commerce lokal seperti Pinduoduo yang kian gencar melancarkan promo barang murah dan terbukti berhasil menggaet minat beli masyarakat. 

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Musk Buat Robotaxi, Tesla Setop Bikin Mobil Listrik





    Next Article



    Alibaba Lengser, Raksasa Ecommerce Baru Muncul Jual Barang Diskon



    High Technology Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.