Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Alert! Gumpalan Batu Bawah Tanah Picu Letusan Gunung Berapi
    Insight News

    Alert! Gumpalan Batu Bawah Tanah Picu Letusan Gunung Berapi

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa17 Maret 2022Updated:17 Maret 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Selama bertahun-tahun para ilmuwan dibikin bingung dengan dua gumpalan batu besar di bawah permukaan bumi yang kehadirannya masih menjadi misteri.

    Banyak teori telah dibuat sejak penemuan mereka pada 1980-an, termasuk klaim bahwa mereka bisa menjadi fragmen besar dari dunia asing.

    Gumpalan batu di bawah kerak bumi masing-masing seukuran benua dan 100 kali lebih tinggi dari Gunung Everest. Keberadaan batu ini ditemukan satu di bawah Afrika, sementara yang lain ada di bawah Samudra Pasifik, demikian dikutip dari New York Post, Kamis (17/3/2022).

    Untuk mencari jawaban, sepasang ahli telah membuat studi yang menghasilkan penemuan baru menarik tentang dua massa raksasa tersebut. Seperti yang diduga, ternyata gumpalan di bawah Afrika jauh lebih tinggi.

    Bahkan, tingginya dua kali lipat dari yang ada di sisi lainnya, berukuran sekitar berukuran sekitar 997 kilometer lebih tinggi. Para ilmuwan juga menemukan bahwa rumpun batuan Afrika kurang padat dan kurang stabil.

    Belum ada yang bisa menjelaskan secara khusus tentang situasi ini. Adanya gumpalan bawah tanah tersebut, bisa menjadi alasan mengapa Afrika memiliki lebih banyak letusan gunung berapi selama ratusan juta tahun daripada gumpalan serupa yang ada di Samudra Pasifik.

    “Ketidakstabilan ini dapat memiliki banyak implikasi untuk tektonik permukaan, dan juga gempa bumi dan letusan supervulkanik,”kata Qian Yuan, dari Arizona State University yang memimpin penelitian ini.

    Bahan termo-kimia ini secara resmi dikenal sebagai daerah kecepatan geser rendah besar (LLSVP) dan telah dipelajari dengan melihat data dari gelombang seismik dan menjalankan ratusan simulasi.

    Meski ilmuwan telah mendapat jawaban bahwa keduanya memiliki komposisi yang berbeda, namun mereka masih belum mengetahui bagaimana pengaruhnya terhadap mantel yang terdapat di antara inti planet dan kerak bumi.

    “Dan yang paling penting, kami tidak lebih dekat untuk mencari tahu dari mana gumpalan misterius ini berasal,” ujar Qian.

    Kombinasi analisis hasil seismik dan pemodelan geodinamika disebut dapat memberikan wawasan baru tentang sifat struktur terbesar Bumi di bagian dalam dan interaksinya dengan mantel di sekitarnya.

    “Pekerjaan ini memiliki implikasi luas bagi para ilmuwan yang mencoba memahami status saat ini dan evolusi struktur mantel dalam, dan sifat konveksi mantel.” pungkasnya.

    [Dexpert.co.id]

    (roy/roy)


    Techno for life Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.