Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Alasan Transmart, Bukalapak, Traveloka Kepincut e-Grocery
    Insight News

    Alasan Transmart, Bukalapak, Traveloka Kepincut e-Grocery

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa15 Maret 2022Updated:15 Maret 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Pandemi membuat perkembangan bisnis digital semakin masif. Salah satunya adalah e-Grocery atau layanan belanja kebutuhan harian online yang saat ini memiliki banyak pemain di dalamnya.

    Ada Sayurbox, Happy Fresh, TaniHub, dan Segari. Terakhir ada Traveloka yang menambah fitur layanan e-groceries bernama Mart.

    Ternyata layanan tersebut mengalami perkembangan signifikan. Terlebih saat pandemi melanda Indonesia yang membuat aktivitas berasal dari rumah, dan masyarakat mengandalkan layanan berbasis digital.

    Layanan berbasis digital memungkinkan pengguna untuk bisa melakukan apapun dari rumah. Dengan groceries online, masyarakat dapat membeli bahan makanan dan diantarkan langsung ke rumah tanpa harus pergi ke luar.

    Riset dari Forrester menyatakan usaha makanan dan bahan makanan atau food and groceries mengalami peningkatan pesat tahun 2020. Sektor itu menyumbang 11% dari total pasar e-Commerce dunia.

    Kenaikan itu cukup signifikan, sebab pada 2015 sektor tersebut hanya berkontribusi 5% saja. Tahun 2025 diperkirakan food & groceries akan mengalami peningkatan menjadi 15%.

    Dalam riset yang dilakukan DBS berjudul Asian Insight Sparx New Economy Sector mengungkapkan layanan pesan antar dan pembelian kebutuhan sehari-hari (e-grocery) banyak digunakan dibandingkan sebelum periode pandemi.

    LEK Consulting melaporkan pada 2019, GMV sektor ini tercatat US$500 juta. Berselang satu tahun mengalami peningkatan dua kali lipat, akibat pembatasan sosial berskala besar (PSBB) akibat Covid-19 di Indonesia.

    Nilai pasar e-groceries lewat e-Commerce meningkat menjadi US$6 miliar tahun 2025. Tingkat penetrasi e-grocery saat ini sebesar 0,3% diprediksi tumbuh lebih dari 5% pada 2025, karena besarnya basis konsumen dan booming digital.

    Sementara itu tahun 2020, pengguna e-grocery di Indonesia tumbuh 30% akibat peningkatan frekuensi pembelian. Dalam waktu dekat, kebiasaan berbelanja di layanan kemungkinan tidak akan ditinggalkan oleh pengguna Indonesia.

    Pengguna e-grocery juga menyatakan mengalami peningkatan pembelian di e-grocery pada 2020. Ini dilaporkan dari survei oleh Redseer. Di saat bersamaan, 60% responden menyatakan keinginan untuk tetap belanja kebutuhan sehari-hari secara online di masa depan.

    [Dexpert.co.id]

    (npb/roy)


    Innovation Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.