Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Alasan Tidak Ada Mayat Manusia di Bangkai Kapal Titanic
    Insight News

    Alasan Tidak Ada Mayat Manusia di Bangkai Kapal Titanic

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa12 Januari 2024Updated:12 Januari 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Sejak tenggelam lebih dari 100 tahun lalu, hanya ditemukan bangkai kapal Titanic di dasar laut. Namun tidak pernah ditemukan mayat manusia di dalam kapal Titanic.

    Ini juga diakui sutradara film Titanic, James Cameron. Dia telah mengunjungi dan menjelajahi kapal sebanyak 33 kali.

    “Saya tidak melihat satupun sisa manusia. Kami melihat pakaian. Kami melihat sepasang sepatu yang menunjukkan adanya mayat di sana. Namun belum melihat sisa-sisa manusia,” ungkapnya kepada New York Times tahun 2012.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Fakta tak adanya mayat manusia di dalamnya juga menimbulkan banyak teori konspirasi. IFL Science memberikan beberapa alasan terkait hal ini.

    Salah satunya adalah jaket pelampung yang digunakan oleh penumpang dan kru kapal tidak bisa menjaga mereka lebih lama. Setelah meninggal, mayatnya tetap mengapung.

    Berikutnya badai yang terjadi setelah kapal tenggelam mungkin membuat mayat-mayat tersebut tersapu dari lokasi. Arus laut juga jadi penyebab mereka tak ditemukan dan berada jauh pada beberapa abad berikutnya, dikutip Jumat (12/1/2024).

    Selain itu, penyebab hilangnya mayat bisa juga adalah ikan dan organisme laut lain di perairan Samudera Atlantik. Ada peran makhluk-makhluk tersebut sehingga tulang belulang tidak ditemukan di Titanic.

    “Pada kedalaman di bawah 914 meter, Anda berada di bagian yang disebut kedalaman kompensasi kalsium karbonat. Dan air di laut dalam mengandung kalsium karbonat yang sebagian besar terbuat dari tulang,” ungkap penjelajah laut Robert Ballard kepada NPR.

    “Misalnya Titanic dan Bismarck, kapal-kapal itu ada di bawah kedalaman kompensasi kalsium karbonat, jadi saat ikan dan organisme memakan dagingnya maka tulangnya akan hancur”.


    Insight for you Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.