Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Alasan Ilmiah Ada Tahun Kabisat yang Muncul 4 Tahun Sekali
    Inspiring You

    Alasan Ilmiah Ada Tahun Kabisat yang Muncul 4 Tahun Sekali

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman11 Januari 2024Updated:11 Januari 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Tahun 2024 merupakan tahun kabisat atau tahun yang memiliki 366 hari kalender. Dalam kalender Gregorian yang umumnya digunakan masyarakat dunia, tahun kabisat terjadi setiap empat tahun sekali.

    Pada tahun kabisat, Februari akan bertambah satu hari. Jika pada tahun non-kabisat Februari memiliki 28 hari, maka pada tahun kabisat menjadi 29 hari. Mudahnya, kabisat adalah tahun yang dapat dibagi habis oleh empat.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Mengapa kita memerlukan tahun kabisat?

    Kabisat adalah tahun yang sangat penting. Sebab, satu tahun dalam kalender Gregorian sedikit lebih pendek daripada tahun matahari, yaitu jumlah waktu yang dibutuhkan Bumi untuk mengelilingi matahari secara penuh.

    Satu tahun kalender memiliki 365 hari. Namun, satu tahun matahari sebenarnya sekitar 365,24 hari atau 365 hari, 5 jam, 48 menit, dan 56 detik. Jika manusia tidak memperhitungkan perbedaan ini, maka setiap tahun yang terlewati, jarak antara awal tahun kalender dan tahun matahari akan bertambah 5 jam, 48 menit, dan 56 detik.

    Menurut National Air and Space Museum, seiring berjalannya waktu hal ini akan menggeser waktu terjadinya musim. Sebagai contoh, jika manusia berhenti menggunakan tahun kabisat maka dalam waktu sekitar 700 tahun, musim panas di belahan bumi utara akan dimulai pada bulan Desember, bukan bulan Juni.

    Selain itu, menambahkan hari kabisat setiap empat tahun sekali dinilai mampu mengatasi masalah ini. Sebab, satu hari tambahan sekitar sama panjangnya dengan perbedaan yang terakumulasi selama waktu ini.

    Secara keseluruhan, tahun kabisat membuat kalender Gregorian tetap sejalan dengan perjalanan Bumi mengelilingi matahari.

    Asal nama tahun kabisat

    Tahun kabisat dalam bahasa Inggris disebut “leap year” yang berarti tahun yang melompat. 

    Nama ‘leap‘ disebut berasal dari fakta bahwa mulai Maret dan seterusnya, setiap tanggal pada tahun kabisat maju bertambah satu hari dari tahun sebelumnya. Sebagai contoh, 1 Maret 2023 jatuh pada Rabu, tetapi pada 2024 jatuh pada Jumat.

    Sebenarnya, tahun kabisat tidak hanya terdapat di kalender Gregorian, tetapi juga kalender Ibrani, Islam, China, dan Ethiopia. Namun, keempat kalender itu tidak seperti Gregorian yang tahun kabisatnya muncul setiap empat tahun sekali. 

    (hsy/hsy)


    Mind your business Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    Video: Jurus Fintech Tekan Angka Kredit Macet

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.