Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Alasan Elon Musk Sebut Jepang Bakal Hilang dari Bumi
    Insight News

    Alasan Elon Musk Sebut Jepang Bakal Hilang dari Bumi

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa7 Maret 2024Updated:7 Maret 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Jepang sedang menjadi sorotan karena angka kelahiran yang semakin merosot setiap tahunnya. Masalah ini ternyata juga menjadi perhatian Elon Musk.

    CEO Tesla itu turut menyoroti soal krisis populasi di Jepang. Bahkan ia terang-terangan mengatakan Jepang akan hilang dari muka Bumi.

    “Jepang akan hilang jika tak ada perubahan,” kata Musk dalam cuitannya di X, dikutip Senin (4/3/2024).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Tweet tersebut sudah dilihat lebih dari 64 juta kali. Musk menanggapi sebuah akun yang menyebut bahwa tingkat kelahiran di Jepang telah memecahkan rekor terendah.

    Laporan The Guardian menyebutkan angka kelahiran di Jepang tahun lalu merosot tajam setelah menurun selama 8 tahun berturut-turut. Pemerintah setempat mengatakan perlu ada upaya untuk membalikkan kondisi saat ini dalam 6 tahun ke depan untuk mencegah krisis populasi.

    Sepanjang 2023, sebanyak 758.631 bayi lahir di Jepang. Angka itu turun 5,1% dari tahun sebelumnya, menurut Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Jepang.

    Angka itu juga jadi yang terendah sejak Jepang mulai mencatat angka kelahiran pada 1899.

    Selain angka kelahiran, angka pernikahan juga turun 5,9% pada 2023 menjadi 489.281 pasangan. Kurangnya angka pernikahan menjadi salah satu faktor kunci menurunnya angka kelahiran secara eksponensial.

    Survei menunjukkan kurangnya minat masyarakat Jepang untuk menikah dipicu oleh prospek bursa kerja yang lesu, tingginya biaya hidup, serta dinamika kerja yang makin cepat dan tak berbanding lurus dengan gaji yang dihasilkan.

    Budaya kerja yang tinggi di Jepang membuat masyarakat merasa tak mungkin berkarir sambil berumah tangga dan menjadi orang tua.

    Populasi Jepang saat ini berjumlah 125 juta orang. Diprediksi, jika angka kelahiran terus menurun, populasinya akan berkurang menjadi 87 juta pada 2070 mendatang.




    Smart your life Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.