Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Alasan Aliran Duit ke Startup RI Seret tetapi Lebih Banyak yang Dapat
    Insight News

    Alasan Aliran Duit ke Startup RI Seret tetapi Lebih Banyak yang Dapat

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa10 September 2024Updated:11 September 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Indonesia masih dalam era tech winter. Aliran dana ke startup RI diperkirakan masih tertahan hingga akhir tahun 2024.

    Rudiantara, selaku Chairman Nexticorn Foundation menjelaskan keadaan ini bergantung pada The Fed. Pada akhir tahun bank sentral AS akan menurunkan suku bunganya.

    “Karena semua bergantung kepada Amerika, The Fed. The Fed sudah mengatakan bahwa akhir tahun ini akan menurunkan suku bunga,” kata Rudiantara dalam acara konferensi pers Nexthub Global Summit, di kantor Kementerian Kominfo, Jakarta, Selasa (10/9/2024).

    Saat suku bunga turun, investor akan menyimpan uang tidak lagi mencari di instrumen konvensional. Diharapkan aksi The Fed akan membuat aliran dana mengucur lagi.

    “Kalau suku bunga turun, jadi investor yang punya uang itu nyimpan uang, dicari lagi jangan yang di instrumen konvensional, deposito, tabungan,” jelasnya.

    “Tetapi karena kemarin tinggi, namanya uang, uang nggak punya kewarganegaraan. Jadi selalu cari yang lebih tinggi returnnya-nya,” imbuh Rudiantara.

    Meskipun nilai investasi ke perusahaan startup RI merosot, ia mengatakan jumlah startup RI yang menerima duit investor makin banyak.

    Alasannya, investor sekarang hati-hati dalam menanamkan modal di perusahaan teknologi berskala besar yang membutuhkan suntikan modal puluhan juta dolar AS.

    Namun, para investor startup tetap rajin mencari perusahaan yang baru merintis bisnisnya atau masih di early stage.

    Menteri Kominfo 2014-2019 itu menjelaskan tech winter bukan hanya terjadi di Indonesia. Namun di banyak negara dunia lain.

    Salah satunya tetangga Indonesia, Vietnam. Tercatat pendanaannya turun hingga 50 persen pada semester I dibandingkan tahun lalu.

    Sementara Menteri Kominfo Budi Arie Setiadi mengatakan Indonesia cukup terdampak dengan tech winter. Yakni membawa tantangan serius untuk pertumbuhan sektor digital khususnya startup.

    “Ketidakpastian ekonomi dan dinamika geo-politik global berpengaruh pada perkembangan ekosistem startup di berbagai belahan dunia,” jelas Budi.

    (dem/dem)

    Saksikan video di bawah ini:

    Bukti Startup RI Kuat Hadapi Badai PHK Industri Teknologi Global




    Next Article



    DANA Angkat Mantan Menkominfo Jadi Komisaris Utama



    High Technology Hitech for better life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.