Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Akun TikTok Joe Biden Diserang, Amerika Didesak Ikut India
    Insight News

    Akun TikTok Joe Biden Diserang, Amerika Didesak Ikut India

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa13 Februari 2024Updated:13 Februari 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Tim kampanye Presiden Amerika Serikat Joe Biden baru membuka akun TikTok. Langkah Biden dikritik oleh Ketua Komite Intelijen Senat Amerika Serikat Mark Warner.

    Warner padahal berasal dari partai yang sama dengan Biden, yaitu Partai Demokrat. Langkah Biden membuka akun TikTok ia nilai mengirim sinyal yang membingungkan soal posisi pemerintah AS terkait TikTok.

    “Saya rasa kita harus mencari cara untuk mengikuti India yang telah melarang TikTok, saya cemas tentang pesan yang membingungkan,” kata Warner seperti dikutip Reuters, Selasa (13/2/2024).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Partai oposisi Biden, Partai Republik, juga bersikap keras atas keputusan Biden membuat akun TikTok. Semuanya menilai langkah Biden membahayakan keamanan nasional.

    Akun TikTok kampanye presiden Joe Biden baru berusia beberapa hari. Kini, akun tersebut sudah diikuti oleh 57.000 akun.

    Pemerintah AS sebetulnya sudah menerapkan larangan atas penggunaan TikTok di perangkat milik pemerintah. Gedung Putih bersikeras akun kampanye Joe Biden tidak melanggar aturan tersebut.

    Juru Bicara Gedung Putih, John Kirby, menegaskan tidak ada perubahan dalam kebijakan pemerintah AS soal TikTok terutama dalam kaitan keamanan nasional. “Soal larangan penggunaan TikTok di perangkat milik pemerintah, kebijakannya tidak berubah,” katanya.

    Pada Maret 2023, Komite Investasi Asing AS (CFIUS) sudah memerintahkan agar saham TikTok yang dimiliki oleh warga negara China dijual. Jika tidak TikTok akan dilarang di AS. Namun, permintaan dari CFIUS sampai saat ini belum ditindaklanjuti oleh pemerintahan Joe Biden.

    Juru Bicara Gedung Putih Karine Jean-Pierre, menyatakan kajian oleh CFIUS belum final. Ia juga menegaskan bahwa Gedung Putih mendukung upaya Warner dan anggota Kongres AS lainnya untuk memberikan pemerintah perangkat untuk menanggulangi ancaman dari aplikasi milik orang asing.

    Namun, upaya Kongres AS untuk melarang penggunaan TikTok sampai saat ini menemui jalan buntu. Pengguna TikTok di Amerika Serikat bahkan saat ini sudah menembus 170 juta akun, naik dari 150 juta akun pada 2023.

    Tim kampanye Biden menyatakan keputusan mereka membuka akun TikTok diambil “dengan persiapan keselamatan di perangkat kami dan menggunakan protokol keamanan yang canggih.”




    Insight for you Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.