Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Akun Anonim Dilarang, China Bersih-Bersih Media Sosial
    Insight News

    Akun Anonim Dilarang, China Bersih-Bersih Media Sosial

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa23 Oktober 2023Updated:23 Oktober 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – China mulai melakukan uji coba kewajiban nama asli di media sosial. Kewajiban ini berlaku bagi netizen yang ingin berkomentar soal politik dan industri finansial di berbagai platform online.

    Rencana implementasi kewajiban nama asli di media sosial dibocorkan oleh CEO Weibo, Wang Gaofel. Weibo adalah media sosial China yang serupa dengan Twitter. China memblokir media sosial milik perusahaan asing seperti Facebook, Twitter, dan Instagram.

    Ia menyatakan bahwa pemerintah China dalam waktu dekat melarang akun anonim berkomentar soal politik dan finansial. Semua pemilik akun media sosial yang ingin menjadi influencer harus mencantumkan nama asli mereka.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Beberapa akun influencer di Weibo dalam beberapa hari terakhir menyatakan bahwa aturan nama asli ini berlaku bagi akun dengan jumlah pengikut 1 juta akun atau lebih, yang memberikan komentar soal politik, dunia hiburan, dan industri keuangan.

    Para influencer di Weibo tidak mengungkap pihak yang mewajibkan mereka menggunakan nama asli. Regulator siber China juga tidak memberikan komentar saat dikonfirmasi oleh Reuters.

    Para pengguna Weibo pekan lalu heboh saat nama asli Wang muncul di biografi akunnya. Ia kemudian menjawab berondongan pertanyaan soal perubahan di akunnya.

    “Orang yang sudah lama mengikuti akun saya tahu bahwa saya selalu menjadi yang pertama mencoba fitur baru,” kata Wang.

    Akun Wang di Weibo diikuti oleh 957.000 akun. Ia menjelaskan bahwa kebijakan kewajiban penggunaan nama asli kemungkinan diterapkan tidak hanya ke akun dengan jumlah pengikut 1 juta atau lebih, tetapi juga ke akun yang diikuti oleh 500.000 akun.

    China memang sedang bersih-bersih media sosial. Meskipun media massa China diatur ketat oleh pemerintah, beberapa tahun terakhir muncul kelompok media yang diberi nama “zimeiti”. Media ini adalah sekelompok blogger atau influencer yang independen berpengaruh dan fokus ke sektor tertentu dengan jumlah pengikut yang besar.

    Otoritas ruang siber China sedang berusaha mengendalikan para influencer ini. Banyak akun media sosial telah ditutup. Platform media sosial yang tidak mengambil tindakan juga diancam dengan denda.



    Artikel Selanjutnya


    Ngobrol di Kantor Luhut, CEO TikTok Janji Investasi Rp 148 T?

    (dem/dem)


    Smart your life Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.