Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Aksi Jokowi, Harga Laptop Rp 15 Juta Jadi Rp 5 Juta
    Insight News

    Aksi Jokowi, Harga Laptop Rp 15 Juta Jadi Rp 5 Juta

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa27 Desember 2023Updated:27 Desember 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Digitalisasi di pemerintahan dapat memangkas harga pengadaan laptop. Bahkan, nilainya yang tadinya Rp 15 juta bisa mencapai Rp 5 juta per unit.

    Deputi Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Odo RM Manuhutu, menjelaskan digitalisasi tersebut dapat meningkatkan transparansi di lingkungan pemerintahan. Itu akan membuat database yang tersimpan lebih terstruktur dan bisa diakses dengan mudah.

    Salah satu yang dilakukan adalah praktik pengadaan laptop pada sejumlah kementerian. Odo menjelaskan harga yang ditawarkan jauh lebih transparan dan semua pihak dapat melihat serta membandingkannya.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Pengadaan laptop bisa menghemat 100%. Jadi, harga awalnya bisa Rp 15 juta per laptop, kemudian bisa turun jadi Rp 5 juta per laptop,” kata Odo dalam acara konferensi pers virtual Kemenko Marves bertajuk “Evaluasi Kinerja 2023 Menuju Indonesia Emas 2045” pada Jumat (22/12/2023).

    Sebagai informasi, pemerintah memiliki aplikasi belanja online e-katalog. Aplikasi itu dikembangkan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

    Menurutnya ini sangat bermanfaat. E-katalog dibuat untuk mendukung UMKM lokal karena dapat memasukkan barang dan jasa dalam platform.

    Membeli produk lokal memiliki manfaat yang besar. Salah satunya dapat membuka lapangan pekerjaan baru.

    Manfaat lainnya adalah dapat membuat proses belanja yang dilakukan pemerintah jauh lebih transparan dan hemat. Semua itu juga dilakukan karena menggunakan digitalisasi.

    Dalam aturan, pemerintah diwajibkan belanja 40 persen barang/jasa dari UMKM. Bahkan target yang ditetapkan tahun ini bisa menyerap Rp 900-1.000 triliun.

    “Jadi tujuannya supaya, turunannya untuk mendorong pemerintah pusat, pemerintah daerah dan juga BUMN untuk membeli produk dalam negeri,” kata dia.


    High Technology Insight for you
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.