Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Akhirnya Misteri Kawah Meteor 31 Km di Greenland Terbongkar
    Insight News

    Akhirnya Misteri Kawah Meteor 31 Km di Greenland Terbongkar

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa14 Maret 2022Updated:15 Maret 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Usia kawah meteorit selebar 31 kilometer sudah lama bikin bingung para ilmuwan. Kawah yang diberi nama Hiawatha terpelihara dengan sangat baik meskipun es gletser mengalami erosi.

    Kawah yang ditemukan di bawah satu kilometer es Greenland itu awalnya diprediksi terbentuk 13.000 tahun yang lalu.

    Namun, baru-baru ini para ilmuwan telah menentukan usianya secara pasti. Dan ternyata, usianya jauh lebih tua dari yang diperkirakan sebelumnya. Faktanya kawah meteroit itu terbentuk hanya beberapa juta tahun setelah dinosaurus punah, sekitar 58 juta tahun yang lalu.

    Kepala geologi di Museum Sejarah Alam Denmark Michael Storey, mengatakan misteri kawah sangat sulit untuk dipecahkan. Jadi sangat memuaskan bahwa dua laboratorium di Denmark dan Swedia, menggunakan metode penanggalan yang berbeda sampai pada kesimpulan yang sama.

    “Dengan demikian, saya yakin bahwa kami telah menentukan lokasi kawah yang sebenarnya. usia, yang jauh lebih tua dari yang diperkirakan banyak orang,” kata Storey, dikutip dari CNN Internasional, Senin (14/3/2022).

    Ketika asteroid menghantam, Arktik tertutup hutan hujan dengan suhu sekitar 20 derajat Celcius.

    Jika terjadi saat ini, lawah tumbukan Hiawatha dapat menelan Washington DC. Ukurannya lebih besar sekitar 90% dari sekitar 200 kawah tumbukan yang diketahui sebelumnya di Bumi.

    Belum diketahui apakah meteor yang menghantam Greenland mengganggu iklim global dengan cara yang sama seperti asteroid selebar 200 kilometer yang menciptakan kawah Chicxulub di Meksiko, yang menghancurkan dinosaurus sekitar 8 juta tahun sebelumnya.

    Tetapi meteorit Greenland itu dipastikan menghancurkan kehidupan tumbuhan dan hewan di wilayah terdekat. Saat kejadian ini penduduk lokal yang menghuni wilayah tersebut termasuk buaya, kura-kura dan hewan primitif seperti kuda nil.

    Sampai saat ini gletser, peneliti masih mengumpulkan pasir dan batu dari sungai yang mengalir dari gletser. Sampel-sampel itu akan dipanaskan oleh dampak meteor. Mereka diberi tanggal menggunakan teknik yang mendeteksi peluruhan alami radioisotop alami berumur panjang yang terkandung di dalam batu.

    Kristal dari mineral zirkon yang terkandung di dalam batuan diberi penanggalan menggunakan penanggalan uranium-timbal. Isotop uranium mulai meluruh saat zirkon mengkristal, berubah menjadi isotop timbal dengan kecepatan yang stabil dan dapat diprediksi. Teknik ini menunjuk pada waktu sekitar 58 juta tahun yang lalu.

    Butiran pasir dipanaskan dengan laser, dan para peneliti mengukur pelepasan gas argon, yang dihasilkan dari peluruhan isotop radioaktif kalium yang langka namun terjadi secara alami, yang dikenal sebagai K-40.

    [Dexpert.co.id]

    (roy/roy)


    High Technology Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.