Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»AI Temukan Asteroid Penghancur Bumi, Ahli NASA Kecolongan
    Insight News

    AI Temukan Asteroid Penghancur Bumi, Ahli NASA Kecolongan

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa15 Agustus 2023Updated:15 Agustus 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Teknologi algoritma kecerdasan buatan (AI) berhasil mendeteksi adanya asteroid penghancur yang terbang melintasi Bumi.

    Algoritma AI bernama ‘HelioLinc3D’ itu sejatinya diciptakan untuk fasilitas Vera Rubin Observatory di Chile Utara. Tapi algoritma AI tersebut malah berhasil mengidentifikasi asteroid berbahaya yang terlewat dari pengidentifikasian mata manusia.

    Menurut laporan New York Times, asteroid yang dinamai 2022 SF289 tersebut berukuran kira-kira 600 kaki dan diprediksi akan menjangkau Bumi pada jarak 140.000 mil. Sebagai gambaran, jarak itu sekitar setengah jarak Bumi ke Bulan.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Ukuran asteroid ini sebenarnya terhitung kecil, sehingga sulit teridentifikasi mata manusia. Namun, dampaknya dikatakan bisa menghancurkan seluruh kota atau negara jika sampai menghantam Bumi.

    Kabar baiknya, asteroid ini belum akan sampai ke Bumi dalam waktu dekat. Namun, fakta bahwa AI bisa mendeteksinya setelah tim NASA melewatkannya, merupakan sebuah pencapaian luar biasa.

    Apalagi, fasilitas Rubin Observatory belum beroperasi penuh. Nantinya, menurut laporan Times, fasilitas ini akan memotret kondisi langit setiap 3 malam sekali.

    Dengan algoritma yang menemaninya, maka kamera itu bisa mengumpulkan banyak data langit yang berguna untuk pengetahuan manusia.

    “Dengan mendemonstrasikan kondisi dunia via software di Rubin, kita bisa mendeteksi ribuan asteroid berbahaya,” kata peneliti University of Washington, Ari Henze, dikutip dari Futurism, Selasa (15/8/2023).

    “Penemuan dari 2022 SF289 akan membuat kita semua aman,” ia memungkasi.



    Artikel Selanjutnya


    NASA Simulasi ‘Kiamat’ Lokal, Bumi Cuma Punya Waktu 30 Menit

    (fab/fab)


    High Technology Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.