Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»AI Bikin Bank Lebih Produktif, Tapi Tak Bisa Buat Cari Duit
    Insight News

    AI Bikin Bank Lebih Produktif, Tapi Tak Bisa Buat Cari Duit

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa12 Desember 2024Updated:13 Desember 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, CNBC Indonesia – Kecerdasan buatan (AI) diperkirakan mampu mendongkrak produktivitas di industri perbankan. Namun, bank-bank besar justru makin kesulitan mencari cara mendulang pendapatan dari teknologi tersebut.

    Menurut Reuters, bank-bank besar telah menerapkan AI ke dalam asisten virtual yang digunakan para nasabahnya. Mereka juga telah memanfaatkan AI untuk alat kerja pegawainya di divisi HRD, compliance, dan finance. Selain itu, banyak bank mencoba mengembangkan produk manajemen kekayaan berbasis AI.

    CEO Goldman Sachs David Solomon menyatakan penggunaan teknologi machine learning dan AI bisa meningkatkan produktivitas di berbagai area, termasuk coding.

    “Kami punya 11.000 programmer. Kami melakukan segudang pekerjaan coding. Jika kami bisa meningkatkan produktivitas coding sebesar 20 persen atau 30 persen, ini dorongan besar buat kami,” katanya.

    Bank besar Amerika Serikat lainnya, BNY, juga telah berinvestasi untuk menggunakan perangkat AI.

    “Ada ribuan orang di BNY yang kini bisa membuat dan menjalankan ‘agen’ untuk membantu pekerjaan keseharian mereka,” kata CEO BNY Robin Vince.

    Namun, AI belum bisa digunakan oleh perbankan untuk menghasilkan pendapatan. Bank masih harus mencari contoh penggunaan yang spesifik untuk AI.

    “Siklus tren membawa banyak perhatian positif ke sini. Saya kini adalah Chief AI Officer karena siklus ini,” kata Chief AI and Data Officer BMO Kristin Milchanowski. “Saya kira banyak yang salah memperhitungkan dampaknya ke pendapatan dan biaya, dibanding apa dampak sebenarnya. Kami sama sekali tidak melihat ada aktivitas yang menghasilkan pendapatan.”

    Sampai saat ini, AI paling berdampak untuk mengurangi waktu yang dibutuhkan oleh tim ekuitas BMO dalam menulis laporan dari 4 jam tiap hari menjadi hanya 1 hari. Analis di bank investasi tersebut jadi memiliki lebih banyak waktu untuk berkreasi.

    Milchanowski menyatakan sangat penting untuk mencari use case yang spesifik untuk AI pada masa depan, seperti membuat aktivitas trading lebih optimal atau mencari klien.

    (dem/dem)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Waspada Penipuan Deepfake Makin “Ngeri”, Ini Cara Melawannya!




    Next Article



    Bukti Terbaru Manusia Mudah Diganti Robot, Makin Mirip Aslinya



    Insight for you Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.