Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»AI Bawa Petaka, Elon Musk Punya Kabar Gembira Buat Warga Bumi
    Insight News

    AI Bawa Petaka, Elon Musk Punya Kabar Gembira Buat Warga Bumi

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa22 September 2023Updated:22 September 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Elon Musk jadi salah satu orang yang tidak menggemari teknologi Artificial Intelligence (AI). Miliarder 52 tahun itu sudah punya jawaban untuk penggantinya.

    Penggantinya adalah Neuralink, perusahaan milik Musk yang bergerak di bidang teknologi. Dia menyebut perusahaannya itu bisa melindungi manusia dari risiko AI dan memiliki tujuan jangka panjang untuk mengurangi risikonya, dikutip dari Forbes, Jumat (22/9/2023).

    Teknologi yang dibawa Neuralink akan menanamkan chip pada otak manusia. Mereka akan bisa berinteraksi dengan komputer hanya dengan pikiran.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Kemampuan itu, menurut Musk akan meningkatkan kemampuan manusia berkomunikasi dengan AI hingga berkali-kali lipat. Selain itu juga bisa meningkatkan kapasitas komunikasi antarmanusia.

    “Bayangkan Stephen Hawking memiliki ini,” kata Musk dalam akun X (dulunya Twitter). Dia merujuk pada fisikawan asal Inggris yang lumpuh total karena penyakit neuron motorik progresif.

    Neuralink diketahui telah mengantongi izin menanamkan chip ke otak manusia. Perusahan tengah bernegosiasi dengan Badan Pengawasan Obat dan Makanan AS (FDA) soal jumlah pasien untuk uji coba.

    Pihak Neuralink mengajukan 10 orang untuk bisa ikut uji coba. Di sisi lain, FDA masih mempertanyakan soal keamanannya.

    Perusahaan juga telah mengumumkan syarat bagi mereka yang tertarik ikut uji coba. Salah satu syaratnya adalah penderita quadriplegia karena cedera tulang vertikal atau ALS dengan usia 22 tahun ke atas.

    Selain itu juga ada syarat terkait pengasuh pasien tersebut. Mengutip The Verge, pengasuh harus memiliki sifat konsisten dan bisa diandalkan saat jadi bagian dari penelitian.

    Penelitian berlangsung selama 18 bulan dan akan ada 9 kali kunjungan dari peneliti dan dua jam seminggu pada sesi antarmuka brain-computer (otak ke komputer). Berikutnya akan ada 20 kunjungan selama lebih dari lima tahun.



    Artikel Selanjutnya


    Sadis! Elon Musk Siap Tanam Chip di Otak Manusia

    (npb/npb)


    Innovation Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.