Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Ahli Ungkap Alasan Orang Kaya Sering Nagih Duit Receh
    Inspiring You

    Ahli Ungkap Alasan Orang Kaya Sering Nagih Duit Receh

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman17 April 2024Updated:17 April 2024Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Tidak sedikit orang yang mempertanyakan alasan mengapa orang kaya sering menagih uang receh, meskipun dalam jumlah yang sangat sedikit. Padahal, orang dengan kemampuan finansial yang lebih rendah saja cenderung malas untuk menagihnya.

    Bahkan, hal ini sampai digambarkan dalam kartun anak-anak, Spongebob Squarepants. Dalam kartun tersebut, tokoh Mr. Crab atau Tuan Crab digambarkan sebagai pemilik restoran kaya raya yang selalu menagih uang sereceh apapun dan terkenal sangat pelit.

    Sebenarnya, mengapa fenomena ini terjadi?


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Melansir dari CNBC Make It, pendiri Sudden Money Institute, Susan Bradley mengungkapkan bahwa fenomena sosok kaya raya menjadi orang yang paling pelit memang benar adanya.

    Menurut Bradley, jika seseorang mengetahui bahwa mereka berada di posisi yang lebih tinggi daripada teman-temannya secara pendapatan, kemungkinan besar orang ini akan merasa terisolasi atau dikucilkan.

    “Orang-orang yang memiliki uang jauh lebih banyak memiliki populasi yang lebih sedikit untuk dijadikan teman,” kata Bradley, dikutip Rabu (17/4/2024)

    “Jadi, dalam beberapa hal mereka tidak ada bandingannya,” lanjutnya.

    Ketika lingkungan sekitar memperlakukan mereka secara berbeda karena alasan uang, mereka mulai percaya bahwa uanglah yang menjadi alasan mereka untuk memiliki teman.

    “Mereka tidak ingin dimanfaatkan atau merasa ‘saya punya uang dan itulah sebabnya orang-orang mau berteman dengan saya’,” kata Bradley.

    “Rasanya sangat tidak valid,” lanjutnya.

    Menurut Bradley, rasa tidak aman dalam kehidupan sosial inilah yang membuat orang-orang kaya cenderung “menyukai” atau “menagih” uang-uang dalam jumlah kecil.

    Lebih lanjut, profesor di University of California, Los Angeles Anderson School of Management, Hal Hersfield mengungkapkan bahwa menjadi tidak ada bandingannya secara ekonomi membuat seseorang sulit merasakan kebersamaan.

    “Dengan semakin banyaknya kekayaan, semakin banyak fokus pada hubungan transaksional yang kemudian dapat meluas menjadi hubungan yang seharusnya bersifat komunal,” kata Hershfield.

    Sebagai contoh, Anda meminta bantuan beberapa teman saat ingin pindah tempat tinggal. Bantuan ini menandakan adanya hubungan komunal. Namun, jika Anda membayar sendiri secara penuh, termasuk jasa pindahan maka pengalaman ini menjadi transaksional.

    Menurut Hershfield, jika Anda selalu mengandalkan uang dalam hal apapun, nantinya mungkin Anda mulai melihat dunia dengan cara yang lebih transaksional sehingga meresap ke dalam persahabatan.

    Bradley menyarankan Anda untuk melakukan dua hal jika ada teman yang menagih uang dengan jumlah receh, yakni memberinya atau bertanya apakah ada sesuatu yang terjadi dengan mereka.

    “Jika mereka melakukan hal itu, itu adalah cara agar mereka tidak dimanfaatkan,” kata Bradley.

    “Bisa jadi tentang sesuatu di masa lalu yang belum pernah ditangani. Mereka tidak peduli dengan uang receh,” lanjutnya.


    Artikel Selanjutnya


    Kebiasaan Ini Bikin Susah Kaya, Jauhi Kalau Mau Sukses!

    (rns/rns)


    Inspirasi Sukses Techno update
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025

    Jangan Keliru! Nama Mobil Kijang Itu Singkatan, Ini Kepanjangannya

    25 Januari 2025

    Video: Jurus Fintech Tekan Angka Kredit Macet

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.